Jumat, 04 Juli 2008

Takakura Again



Workshop Himatek ITB kembali melakukan penyuluhan tentang Takakura , yaitu solusi dalam mengolah sampah organik rumah tangga di Subang dan Lembang minggu ini.
Semoga penyuluhan ini berguna bagi masyarakat luas.


Pembuatan Takakura

Untuk membuat keranjang Takakura , pertama-tama kita harus menyediakan bahan-bahan seperti berikut :

1. Wadah : keranjang berpori dan plastik tahan lama (polipropilen) , dilengkapi dengan penutup. Propilen merupakan jenis plastik yang paling aman diantara jenis-jenis plastik lainnya. Selain itu, propilen merupakan plastik yang paling kecil kemungkinan terjadi kontaminasi logam-logam berat dari plastik ke kompos dan bersifat tahan lama (tempat plastik tidak cepat menjadi sampah).

2. Biang kompos/ starter kompos : diisi sampai 2/3 ukuran wadah Takakura. Biang kompos berisi media dan mikroorganisme pengurai / bakteri. Kita hanya membutuhkan biang kompos untuk pembuatan pertama kali saja. Untuk selanjutnya kita akan menggunakan kompos yang kita hasilkan sendiri dengan membuat kompos dengan keranjang Takakura.

3. Lapisan kardus : merupakan kardus pakai ulang (re-use), digunakan sebagai pelapis dinding wadah. Berfungsi menahan panas,menyerap kelebihan air di Takakura dan mencegah kompos keluar dari wadah. Pada Takakura digunakan lapisan kardus dengan pertimbangan bahwa kardus memiliki pori-pori udara sehingga dapat terjadi sirkulasi udara dalam keranjang Takakura.

4. Bantalan sekam : sejumlah dua buah, diletakkan di bawah dan di atas starter kompos. Bantalan sekam berfungsi menahan panas, mengatur kelembaban dan mencegah adanya lalat.

5. Kain penutup : berukuran lebih besar daripada penutup Takakura. Posisinya berada di atas bantalan sekam bagian atas dan di bawah tutup wadah. Kain penutup berfungsi mencegah lalat bertelur ke dalam wadah.



6. Stok sekam dan dedak. Jika starter kekeringan tambahkan dedak atau air gula. Jika starter terlalu basah tambahkan sekam.

7. Sekop kecil : untuk mengaduk campuran starter dan sampah organik yang kita timbun di dalam keranjang Takakura.

Hal pertama yang kita lakukan setelah menyediakan bahan-bahan di atas adalah membuat starter / campuran biang kompos awal. Campuran biang kompos terdiri dari sekam (media), dedak (media), tanah hitam yang subur / kompos (sumber dari mikroorganisme pengurai), dan air gula (makanan mikroorganisme pengurai). Perbandingan volume campuran biang kompos adalah banyak sekam : dedak : tanah hitam subur = 4 : 1 : 1. Untuk air gula, larutkan gula ke dalam air putih lalu kita campurkan air gula pada campuran dedak, sekam dan tanah hitam sampai air gula yang kita gunakan menyebabkan campuran biang kompos lembab (tidak kering/ tidak terlalu basah). Setelah campuran biang kompos sudah lembab, starter sudah selesai kita olah.

Setelah campuran biang kompos yang kita sebut sebagai starter selesai dicampurkan, kita letakkan starter di wadah yang sirkulasi udaranya baik sehingga bakteri dapat berkembang biak. Kami mengajurkan mengunakan wadah-wadah seperti kardus, karung beras, atau kotak kayu bekas telur. Biarkan starter diletakkan di wadah tersebut selama 1-2 hari. Setelah 1-2 hari kita periksa starter tersebut. Apabila bakteri di dalam starter sudah aktif, maka starter akan panas (sekitar 30-40 derajat). Jika starter tidak panas mungkin ada kesalahan dalam membuat starter. Ada kemungkinan starter kurang air gula , atau tanah hitam yang digunakan tidak mengandung bakteri yang kita inginkan.

Setelah starter selesai , hal kedua yang kita lakukan adalah pembuatan reaktor/ keranjang Takakura dengan memasukkan kardus, starter (sebanyak 2/3 tinggi wadah) dan bantalan sekam (di atas dan di bawah starter) ke dalam wadah Takakura. Kain penutup dan penutup wadah Takakura dipasang pada langkah terakhir pembuatan keranjang Takakura. Setelah keranjang Takakura selesai dibuat maka keranjang ini sudah langsung siap digunakan untuk mengolah sampah-sampah organik di rumah tangga menjadi kompos.


Kelebihan Sistem Kompos Takakura

Takakura sebagai sistem baru dalam pengolahan sampah organik mempunyai berbagai kelebihan yang membuat kita ingin mencoba untuk memulai menggunakan Takakura. Kelebihan sistem pengomposan dengan keranjang Takakura adalah sebagai berikut :

1. Keranjang Takakura dirancang untuk ditempatkan di dalam rumah. Jadi kita dapat membuang sampah organik kita di tempat sampah yang langsung mengolahnya.

2. Kita terbebas dari persoalan lalat yang ada di sekitar sampah seperti biasanya dan kita juga terbebas dari bau sampah di dalam rumah.

3. Takakura ramah lingkungan, tidak menimbulkan bahaya-bahaya penyakit atau racun yang berbahaya, yang dihasilkan jika kita mengolah sampah dengan cara pembakaran atau penimbunan.

4. Sampah anorganik kita akan lebih bersih dan tidak menimbulkan masalah bau walaupun kita simpan dalam waktu lama karena dengan menggunakan Takakura secara otomatis kita telah memisahkan sampah oganik dan anorganik. Sampah anorganik yang telah terpisah dapat diserahkan kepada pemulung kapan saja.

5. Keranjang Takakura praktis digunakan baik saat kita memasak atau mencuci piring. Bahkan keranjang Takakura dapat ditempatkan di sekitar meja makan kita. Dalam keadaan normal, keranjang Takakura tidak menimbulkan bau tajam dan aman dari bibit penyakit.

6. Walaupun berukuran kecil, keranjang Takakura umumnya dapat digunakan selam 2-3 bulan sebelum menjadi penuh. Bila penuh sebagian kompos yang telah kita hasilkan dapat kita panen untuk kita gunakan di kebun. Bila kita tidak menggunakannya, kompos yang kita hasilkan dapat diberikan kepada yang membutuhkan atau kalaupun kita buang, kompos tidak akan menimbulkan masalah bau atau bibit penyakit sebagaimana sampah yang segar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar