Pengolahan Sampah di ITB

|
Pengolahan Sampah di ITB (Dibuat Oleh Hendra dan Edwin TK 08)
Dalam rangka program magang di Workshop, PJ proker Ganesha Hijau
Tugas Minggu ke 2


Berikut ini adalah pokok-pokok hasil survey kami (Hendra dan Edwin TK 08) di lokasi pengolahan sampah ITB.
1. Pembagian Tempat Sampah
Pembagian tempat sampah di ITB dibagi menjadi dua, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sejauh ini pembagian tempat sampah tersebut sudah cukup efektif. Hanya saja, karyawannya yang kadang justru mencampur sampah yang sudah terpisahkan tersebut. Kesadaran warga kampus sebenarnya sudah cukup tinggi.
Sebenarnya akan lebih efekfif lagi jika dibagi menjadi 3, yaitu plastik dan botol, daun, dan organik. Dengan demikian, diharapkan pengolahan sampah dapat menjadi lebih efektif. Sebelum diolah, sampah tersebut diangkut dari kampus, sabuga, saraga dan rw sekitar ITB menuju lokasi pengolahan sampah dengan pick-up. Pengambilan sampah tersebut dilakukan setiap harinya, jam 08.00, 11.00, 13.00. Biasanya sampah yang masuk berkisar antara 20-22 kubik perhari.


Pada intinya, kebanyakan sampah anorganik cenderung dibakar daripada bi olah kembali karena sulit untuk dilakukan dan keterbatasan tenaga kerja. Keuntungan dari pengolahan sampah ini sendiri tidak begitu terasa, karena sangat kecil. Pada dasarnya pengolahan sampah ini hanya ditujukan untuk membersihkan wilayah kampus ITB dan sekitarnya.

2. Proses Komposting

Produk komposnya diberi nama Kompos Ganesha. Kapasitas produksi kompos ini adalah 0,5-1 ton/hari. Komposisi produk komposnya adalah sebagai berikut :
• Sampah organik (daun, rumput, sampah kantin)
• Mikroorganisme
• Dedak 1 %
• Nutrisi 0,1 %
Penggunaan kompos ini secara umum dalam perbandingan 1 : 4 dengan tanah. Kompos ini dijual dengan harga 2800/karung plastik atau 350 rupiah per kilogram. Hasil kompos ini biasanya dijual ke masyarakat, toko bunga, dinas pertamanan, dan pertanian.
Catatan :
• Penghancuran daun dilakukan dengan penggilingan.
• Kompusting dilakukan dengan penumpukan sambil disiram air, dan setiap hari tumpukan tersebut harus dibolak-balik.
• Indicator keberhasilan composting ini adalah terasa panas ketika dibolak-balik (pada dasarnya, sama dengan prinsip takakura).
Sejak sampah masuk, penggilingan, sampai proses composting selesai memakan waktu ± 40 hari. Komposting di ITB juga didukung oleh factor-faktor sebagai berikut :
• Mikroba, yaitu simbal yang diperoleh dari Pak Nyoman, dosen SITH.
• NPK dan Zeolit, hanya ditambahkan jika ada permintaan dari konsumen.
• Dedak (sisa padi), diperoleh dari sisa pertanian

3. Insinerator
Pada dasarnya incinerator digunakan untuk mengolah sampah-sampah yang tidak diolah kembali (sampah anorganik). Insenerator dioperasikan pada suhu ± 800o C. Sebelum dioperasikan mula-mula incinerator dipanaskan dengan bahan bakar diesel (solar). Setelah cukup panas, pemanasan dilanjutkan dengan memanfaatkan angin dari blower (sejenis kipas yang digerakkan dengan energy listrik).
Baru-baru ini incinerator ITB yang lama mengalami sedikit kerusakan. Akibatnya, terpaksa dibeli incinerator yang baru dengan dana dari pemerintah. Harga incinerator yang baru ini 370juta rupiah. Sementara ini incinerator yang lama masih dipakai sambil diperbaiki, sedangkan incinerator yang baru dalam tahap pemasangan. Menjelang selesainya pemasangan incinerator baru, incinerator yang lama masih tetap dipakai. Jadi beberapa saat lagi ITB akan memiliki dua incinerator, walaupun incinetator yang lama kerjanya sudah tidak begitu optimum. Berdasarkan hasil wawancara, incinerator yang baru akan mulai dioperasikan sekitar pertengahan Desember nanti.
4. Kendala-kendala yang Dihadapi
• Pengolahan Styrofoam sangat sulit dan berbahaya untuk dilakukan. Karena pembakaran styrofoan baru akan sempurna pada suhu yang relative tinggi. Padahal suhu yang tinggi itu sulit dicapai.
• Bahan-bahan kimia bekas praktikum dan B3 sulit diolah dan berbahaya jika tidak sengaja terbakar dalam incinerator. Bahaya-bahaya yang sudah pernah dialami oleh pihak pengolahan sampah adalah sebagai berikut :
o Luka dimata
o Kulit gatal-gatal
o Akumulasi zat kimia dalam tubuh
o Alergi
Bahan kimia ini sering ditemukan di depan gedung biologi dan di laboratorium fisika bagian atas.


5. Kesimpulan dan Saran
• Kesimpulan
i. Proses composting sejauh ini sudah baik
ii. Pemisahan sampah sudah berjalan dengan baik
iii. Kinerja incinerator diprediksi akan optimum setelah instalasi incinerator baru telah selesai.
iv. Masih ada beberapa kendala serius yang perlu diperhatikan.
• Saran
i. Kalau ada acara diusahakan untuk tidak menggunakan Styrofoam sebagai wadah makanan. Lebih baik menggunakan wadah yang reuseable, seperti piring, gelas, dll.
ii. Bahan-bahan kimia (B3) dan alat-alat praktikum yang pecah sebaiknya dibuang ke satu tempat yang terpisah dari sampah-sampah pada umumnya. Setelah cukup banyak, dikemas rapi dan selanjutanya baru akan diangkut oleh unit pengolahan sampah ITB untuk diolah lebih lanjut seperti ditimbun misalnya (yang jelas tidak dibakar). Dengan demikian sampah-sampah yang berbahaya ini tidak akan terbakar sehingga tidak menimbulkan bahaya.




Mohon saran2nya demi kemajuan pengetahuan dan kinerja dari TK 2008.
Semoga hasil makalah ini memberikan gambaran secara umum pengolahan sampah di ITB (Rumah Kompos ITB) yang semakin mendukung Ganesha Hijau dalam mewujudkan ITB ECO CAMPUS 2012
Data-data dan fakta-fakta dari hasil kerja magangers WS akan diberikan ke forum GH pada pertemuan berikutnya dalam rangka menetapi janji HIMATEK yang akan suplai info2 pengolahan sampah di ITB bagaimana kondisinya...

Maaf jika banyak kekurangan
Saran dan kritik akan dibuka selebar mungkin, jadi kritiklah yg membangun demi adik2 kita TK 2008
Terimakasih

HIMATEK dukung ITB ECO CAMPUS

Ivan H

Saatnya introspeksi diri dan mengembangkan diri lagi

|
"Lewat melihat, mendengar, bekerja, berpikir dan mengenal banyak karakter manusia. Ada banyak hal yg saya pelajari akan dunia ini.... Saatnya introspeksi diri dan mengembangkan diri lagi..."

Dibalik kekecewaan saya terhadap beberapa sikap orang2, saya jujur sekali dalam 1 bulan terakhir ini banyak pula kebanggaan diri saya akan orang2 di sekitar saya. Yang tadinya saya kira lenje, ternyata kerjanya luar biasa. Yang saya kira manja, ternyata hebat2. Yang saya kira SO, ternyata manajemen wktunya bgus. Yang saya kira leadershipnya biasa ajah, ternyata leadershipnya luar biasa mantapnya. Orang-orang itu bukan hadir sebagai kakak bagi saya, justru sebagai adik dan kawan sejawat saya. Luar biasa !! Kagum dan kagum

Dibalik kekaguman dan kekagetan saya akan rekan2 yang energik dan luar biasa ini, saya apresiasikan dlm wujud notes di blog saya. Saya kagum akan kalian yang mampu mendobrak prediksi saya, saya kagum akan kalian yang punya passion tinggi dalam mengubah dunia ini,. saya kagum akan kalian yang umurnya sama atau lebih muda daripada sy tapi sudah luar biasa. Saya kagum dan kagum. Saya jadi malu akan diri sy sndr yg terkadang tak sehebat kalian. Saya masih perlu banyak introspeksi diri lagi, perlu belajar arti kedewasaan dan leadership lagi. Perlu belajar dari kalian yg penuh mimpi dan energi tinggi dalam melakukan berbagai aktivitas. Karena kalian belajar apa arti belajar itu sesungguhnya. Terimakasih
Saya berjanji akan belajar lebih dan lebih karena terinspirasi oleh kalian2 yang telah hebat dan luar biasa.
Trimaksih ya Tuhan telah membuka banyak pikiran dan membangkitkan kekuatan saya di tengah lelah dan lesu ini.

"Lewat melihat, mendengar, bekerja, berpikir dan mengenal banyak karakter manusia. Ada banyak hal yg saya pelajari akan dunia ini.... Saatnya introspeksi diri dan mengembangkan diri lagi..."

ITB Eco-Movement

|

ITB Eco-Movement adalah aksi riil yang dapat dilakukan untuk menuju ITB Eco-Campus. Kampus ITB sendiri sampai saat ini, yaitu tahun 2009 telah memiliki beberapa potensi dan aksi nyata dalam rangka menuju ITB Eco-Campus. Potensi dan aksi nyata tersebut adalah :

1. Sistem Pengelolaan Sampah

1.1 Pemilahan sampah, yaitu dengan fasilitas tempat sampah dua jenis ( “mudah membusuk” dan “tidak membusuk”) tersebar di seluruh tempat strategis di kampus ITB. Saat ini jumlahnya ada

1.2 Mobil pengangkut sampah yang akan menuju Pusat Pengolahan Sampah (PPS) Sabuga milik ITB, dan merupakan kelanjutan dari jalur pengelolaan sampah kampus. Mobil pengangkut ini terdiri dari : - mobil pick-up L300 (2 buah)

- dump truck (1 buah)

- mobil kijang (1 buah)

1.3 Jadwal pengangkutan

Senin – Jumat : pk 08.00

Pk 11.00

Pk 13.00

1.4 Pusat Pengolahan Sampah (PPS) Sabuga

- Incinerator, spesifikasi

- Pembuatan kompos, produk “Kompos Ganesha”

1.5 Petugas kebersihan di kampus sebanyak 105 orang

2. Program Hemat Energi

2.1 Lampu Solar Cell (daya : 10,20,40 Watt) yang menekan daya listrik sebanyak 30%-40% :

- Sepanjang jalur tengah kampus : 12 buah

- Lapangan Cinta (ex Segitiga) : 6 buah

2.2 Solar Cell di Prodi Teknik Fisika

2.3 Penggantian seluruh lampu di kampus dengan lampu hemat energi

2.4 Penekanan jumlah rekening listrik (saat ini berkisar antara 650-750 juta per bulan)

3. Program Hemat Air

3.1 Sumber Air ITB :

- Mata air : 60%

- PDAM : 40%

- Sumur artesis

3.2 Penekanan jumlah rekening air (saat ini ±100 juta per bulan)

4. Fasilitas lain

4.1 Water Tap

4.2 Tempat parkir sepeda

5. Pengelolaan sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

6. Ruang Terbuka Hijau (RTH)

6.1 Babakan Siliwangi

6.2 Taman Ganesha

6.3 Ruang hijau di dalam kampus




Sumber :

Forum Ganesha Hijau

Lomba Rancang Pabrik Tingkat Nasional 2010

|

Industri kimia adalah salah satu industri yang berpotensi menjadi ujung tombak pencipta kemandirian dan daya saing perekonomian nasional. Dengan memiliki kemandirian, Indonesia dapat memperkecil ketergantungan strategis terhadap kekuatan luar, dan dengan memiliki daya saing perekonomian nasional, Indonesia dapat memiliki keunggulan komparatif dalam kancah globalisasi.

Dalam era otonomi daerah, pengembangan industri kimia nasional tersebut harus dilakukan secara bersamaan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah melalui keterpaduan penerapan kebijakan di masing-masing daerah. Hal ini dikarenakan setiap daerah memiliki potensi sumber daya yang khas sehingga pengelolaannya memerlukan pendekatan yang khusus sesuai kearifan lokal daerah.

Dengan pendekatan pengembangan berbasiskan kedaerahan tersebut, diharapkan bahwa: (1) Seluruh potensi sumber daya Indonesia yang terlokalisasi pada daerah tertentu dapat digunakan secara maksimal demi kemajuan bangsa; (2) Setiap daerah mampu memenuhi kebutuhan daerahya secara mandiri dan dapat membantu pemenuhan kebutuhan daerah lainnya; (3) Setiap daerah memiliki industri yang unggul sehingga terjadi pemerataan pertumbuhan daerah, terutama di luar Jawa; (4) Industri kimia menjadi lebih efisien sehingga meningkatkan kontribusinya bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Oleh karena itu, ajang Lomba Rancang Pabrik Tingkat Nasional XI (LRPTN XI) ini diadakan sebagai momentum awal bagi kalangan akademisi dan praktisi untuk mencurahkan ide dan pemikirannya dalam mengembangkan sebuah pabrik kimia yang berbasiskan sumber daya daerah. Ide dan pemikiran tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan industri kimia yang mampu mendorong kemandirian dan daya saing perekonomian nasional.

Lomba Rancang Pabrik Tingkat Nasional (LRPTN) merupakan sebuah kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung. Kegiatan ini dilaksanakan pertama kali pada tahun 1996 dan akan diselenggarakan untuk yang ke-sebelas kalinya pada tahun 2010. Kegiatan ini menawarkan kesempatan bagi setiap mahasiswa tingkat sarjana dan diploma, khususnya program studi teknik kimia, untuk berkompetisi satu sama lain dalam mengaplikasikan ilmu dan ide melalui sebuah rancangan pabrik.

ACARA LRPTN

1. Workshop Keprofesian

Workshop keprofesian adalah awal dari rangkaian acara LRPTN XI. Beragamnya ilmu teknik kimia yang dapat diaplikasikan dalam rangka pemenuhan kebutuhan daerah masih belum banyak diketahui masyarakat luas. Workshop keprofesian akan menjadi ajang pelatihan dan perkenalan ilmu teknik kimia bagi siswa SMA se-Bandung dan mahasiswa ITB dari jurusan lain, serta menjadi ajang pertukaran informasi bagi mahasiswa Teknik Kimia dari Universitas lain se-Bandung yang akan menjadi peserta. Workshop keprofesian akan dikemas dalam suatu acra expo yang apik dan dilangsungkan pada tanggal 27 April 2010 di Lapangan Campus Center Barat ITB.

2. Gala Dinner

Kerjasama yang baik antara panitia dari pihak ITB dan finalis dari berbagai perguruan tinggi adalah salah satu hal penting yang perlu untuk dijalin dan ditingkatkan sebelum, selama, dan setelah ajag LRPTN XI. Untuk memenuhi tujuan tersebut, Gala Dinner diharapkan dapat menjadi acara yang akan mendekatkan peserta dan panitia. Jamuan makan malam yang diselingi oleh talkshow keprofesian dan hiburan ini akan dilangsungkan pada tanggal 27 April 2010.

3. Field Trip

Kedatangan para finalis LRPTN XI adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi panitia dari pihak ITB. Tidaklah dirasa cukup penyambutan dilakukan terbatas secara formal dan tanpa kesan yang berarti. Field Trip dilakukan untuk menyambut para finalis yang telah memberikan usaha terbaiknya selama persiapan LRPTN XI dengan membawa menuju berbagai kawasan wisata di sekitar Bandung. Field trip akan dilangsungkan pada tanggal 27 April 2010 untuk para finalis dan para dosen pembimbing.

4. LRPTN XI

Acara utama LRPTN XI adalah presentasi Rancang Pabrik oleh para finalis dan penilaian dari juri. Diselingi dengan keynote speech yang akan membuka wawasan mengenai pengembangan industri daerah, ada lebih dari sekedar presentasi pada klimaks rangkaian acara LRPTN XI. Keynote speaker yang akan hadir antara lain:

(1) Dr. Tatang Hernas S (Dosen Program Studi Teknik Kimia ITB) “Peranan Institusi Pendidikan dalam Pemenuahan Kebutuhan Daerah”

(2) Hatta Rajasa (Menteri Sekretaris Negara) “Arahan Pemerintah dalam bidang pemenuhan kebutuhan daerah dan realita yang terjadi di lapangan”

(3) Tri Haryo Susilo (PT Rekayasa Industri) “Peranan Strategis Kalangan Industri dalam mendukung pemenuhan kebutuhan daerah)”

Materi Lomba :

Kategori A: Pengembangan Industri Kimia Berbasiskan Potensi Sumber Daya Hayati Hasil Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan

Potensi kekayaan dan keanekaragaman sumber daya hayati Indonesia sangatlah besar sehingga Indonesia dikenal sebagai negara megabiodiversity. Hutan Indonesia yang luasnya mencapai 120,35 juta hektar merupakan hutan tropis kedua terluas di dunia setelah Brazil. Hutan tersebut merupakan sumber pendapatan negara potensial, dengan nilai US$ 6,6 miliar di tahun 2003 atau 13,7% pendapatan ekspor non migas. Selain itu, dari luas daratan Indonesia yang berkisar 190 juta hektar, sekitar 64 – 69 juta dapat dan sudah dimanfaatkan menjadi lahan pertanian dan perkebunan. Lahan sawah berjumlah 7,7 juta hektar, sisanya tegalan 10,6 juta hektar, perkebunan (rakyat dan swasta) 19,6 juta hektar, kayu-kayuan 9,4 juta hektar, dan 12,4 juta hektar masih berupa semak belukar atau alang-alang.

Akan tetapi, kendati kekayaan sumber daya hayati tersebut sudah banyak dieksploitasi dalam bidang pertanian, perkebunan, dan kehutanan, sesungguhnya masih banyak potensi yang belum digali dari kekayaan sumber daya hayati yang dihasilkan ketiga bidang tersebut. Nilai tambah sumber daya hayati yang dihasilkan masih relatif kecil akibat kapasitas IPTEK dalam pengolahannya masih sangat rendah. Padahal, sumber-sumber daya hayati tersebut potensial untuk dijadikan bahan baku industri kimia yang bernilai tinggi. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas IPTEK melalui pengembangan pabrik kimia sangatlah diperlukan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya hayati hasil pertanian, perkebunan, dan kehutanan.

Contoh-contoh potensi pengembangan industri kimia berbasiskan sumber daya hayati:

- Indonesia masih merupakan negara pengimpor coklat sebagai produk makanan dari komoditi kakao. Padahal Indonesia memiliki sumber daya kakao yang berlimpah, seperti terdapat di Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan yang merupakan provinsi penghasil kakao terbesar. Secara keseluruhan, luas area tanam kakao Indonesia mencapai 1,56 juta hektare dan mampu menghasilkan buah kakao sebanyak 795 ribu ton pada 2008, lebih dari seperlima kebutuhan dunia yang mencapai 3 juta ton. Sayangnya, selama ini tanaman kakao tersebut masih diorientasikan untuk diekspor. Ekspor yang dilakukan pun lebih banyak dalam bentuk mentah, yaitu 80 persen berupa biji kakao dan 20 persen ekspor barang jadi, sehingga nilai tambahnya relatif kecil. Padahal, nilai tambah tanaman kakao tersebut dapat ditingkatkan bila diolah lebih lanjut melalui pabrik coklat.

- Indonesia merupakan produsen minyak nilam terbesar di dunia dengan kontribusi sekitar 90 %. Pada tahun 2004, volume ekspor minyak nilam telah mencapai 2.074 ton dengan nilai sebesar US$ 27.137.000. Minyak nilam merupakan salah satu jenis minyak atsiri yang digunakan dalam industri parfum, yang berfungsi sebagai zat pengikat agar wewangian tidak cepat hilang pada saat pemakaian. Salah satu daerah yang berpotensi sebagai penghasil minyak nilam adalah Malingping di Kab. Lebak, Provinsi Banten. Disana terdapat 500 hektar kebun ylang-ylang milik Perum Perhutani yang sebagian sudah berproduksi dan hasilnya diolah menjadi minyak atsiri. Potensi besar dari ylang-ylang yaitu menjadi bahan dasar parfum. Namun, sayangnya Indonesia belum mampu mengolahnya sehingga Indonesia masih mengimpor parfum. Sampai saat ini, pengembangan teknologi pengolahan minyak nilam menjadi parfum memang belum meluas di Indonesia.

- Padi adalah komoditi pangan utama di Indonesia. Produksi padi di Indonesia pada tahun 2004 diperkirakan sebesar 51.2 juta ton gabah kering giling. Padi mempunyai komposisi 7-8.5% dedak padi yang berpotensi sebagai minyak dedak padi. Minyak yang dihasilkan dari ekstraksi dedak padi, yang lebih dikenal dengan nama Rice Bran Oil ini, dapat dikonsumsi karena mengandung vitamin, antioksidan serta nutrisi yang diperlukan tubuh manusia. Bahkan minyak dedak dapat diolah menjadi minyak goreng yang mutunya lebih baik dari minyak kelapa, minyak sawit maupun minyak jagung. Akan tetapi, sampai saat ini Indonesia belum bisa memproduksi minyak dedak padi dalam skala besar sehingga Indonesia masih mengimpor jika memerlukan minyak dedak padi. Mengingat bahan mentahnya banyak terdapat di Indonesia serta murah harganya, pengembangan produk dari dedak kiranya potensial untuk dilaksanakan.

Berdasarkan deskripsi yang telah diberikan di atas, peserta diminta merancang suatu pabrik kimia dengan memanfaatkan potensi sumber daya hayati hasil pertanian, perkebunan, dan kehutanan yang terdapat pada daerah-daerah di Indonesia. Pabrik tersebut harus memberikan nilai tambah untuk mendorong terciptanya kemandirian dan daya saing perekonomian nasional.

Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk pabrik yang akan dirancang meliputi:

1. Bahan baku utama yang digunakan berupa sumber hayati hasil pertanian, perkebunan, dan kehutanan yang terbukti tersedia di Indonesia. Daerah dimana bahan baku tersebut didapat harus dicantumkan secara spesifik.

2. Proses yang digunakan harus melibatkan konversi kimiawi, biokimia, dan atau mikrobiologi.


Kategori B: Pengembangan Industri Kimia Berbasiskan Potensi Sumber Daya Mineral

Indonesia memiliki kekayaan sumber daya mineral yang melimpah. Indonesia merupakan produsen terbesar kedua untuk komoditas timah, produsen terbesar kempat untuk komoditas tembaga, produsen terbesar kelima untuk komoditas nikel, dan lain sebagainya. Kendati demikian, kontribusinya terhadap perekonomian nasional masih relatif kecil bila dibandingkan potensi yang sebenarnya dimiliki. Rata-rata sektor pertambangan dan penggalian hanya menyumbang sekitar 8,46 persen PDB sejak 2003 hingga 2005. Hal ini disebabkan karena hanya sekitar sepertiga produksi tambang mineral yang diolah di dalam negeri sementara dua pertiganya diekspor dalam bentuk bijih dan konsentrat. Dengan demikian, nilai tambah dari hasil tambang mineral ini masih kecil.

Belum lagi bila kita meninjau kekayaan sumber daya mineral yang berasal dari air laut dan air asin daratan seperti garam, batu kapur, fosfat, maupun kalsium karbonat. Banyak daerah di Indonesia yang kaya akan bahan-bahan tersebut. Sebagian besar sumber daya mineral tersebut bahkan sama sekali belum dimanfaatkan. Padahal, sumber-sumber mineral tersebut sangatlah potensial untuk digunakan sebagai bahan baku industri kimia.

Dengan kenyataan seperti itu, bangsa ini perlu mengubah paradigma dalam pengelolaan sumber daya mineral demi meningkatkan kesejahteraan rakyat. Peningkatan nilai tambah sumber daya mineral, terutama pada sektor hilir, perlu diupayakan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengembangkan industri kimia yang berbasiskan sumber daya mineral tersebut mengingat bahwa sumber daya mineral sebenarnya merupakan sumber bahan baku yang potensial bagi beragam industri kimia. Selain itu, industri pemurnian mineral dalam negeri juga perlu dibangun agar nilai tambah bahan mineral tersebut tidak rendah karena hanya dimanfaatkan dalam bentuk mentahnya.

Contoh-contoh potensi pengembangan industri kimia berbasiskan sumber daya mineral:

- Saat ini Indonesia masih mengimpor alumina dari Australia. Padahal, Indonesia kaya akan sumber bahan baku pembuatan alumina, yaitu bijih bauksit (Bijih bauksit ini dapat dibuat menjadi alumina melalui proses Bayer). Sebagai contoh, Kalimantan Barat memiliki cadangan bijih bauksit hingga mencapai 810 juta ton. Selain menjadi alumina, bijih bauksit ini juga dapat dibuat menjadi alumium sulfat melalui proses Dorr.

- Soroako memiliki kekayaan sumber nikel yang melimpah yang diolah oleh PT Inco. Hampir 80 persen produksi bijih nikel yang diproduksi PT Inco tersebut diekspor ke Jepang. Ironisnya, untuk memenuhi kebutuhan nikel dalam negeri, Indonesia harus mengimpor kembali nikel yang sudah diolah di Jepang. Pengembangan industri pengolahan pemurnian nikel, seperti melalui proses Mond dapat meningkatkan nilai tambah kekayaan nikel bagi perkekonomian nasional.

- Banyak terdapat industri garam rakyat di Indonesia, seperti di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sekitar 900 ribu ton per tahun garam dapat dihasilkan dari kedua provinsi tersebut. Akan tetapi, kebanyakan garam tersebut bermutu rendah karena pengolahannya yang sederhana. Nilai tambah garam-garam surya tersebut dapat ditingkatkan bila industri garam yang ada diintegrasikan dengan pabrik pemulusan garam untuk memproduksi garam berkualitas tinggi. Selain itu, dari air asin pekat sisa produksi garam surya (bittern) dapat pula diperoleh produk potensial sepeti brom melalui proses Kublerschky.

Berdasarkan deskripsi yang telah diberikan di atas, peserta diminta merancang suatu pabrik kimia dengan memanfaatkan potensi sumber daya mineral yang terdapat pada daerah-daerah di Indonesia. Pabrik tersebut harus memberikan nilai tambah untuk mendorong terciptanya kemandirian dan daya saing perekonomian nasional.

Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk pabrik yang akan dirancang meliputi:

1. Bahan baku utama yang digunakan berupa sumber mineral yang terbukti tersedia di Indonesia. Daerah dimana bahan baku tersebut didapat harus dicantumkan secara spesifik.

2. Proses yang digunakan harus melibatkan konversi kimiawi, biokimia, dan atau mikrobiologi.

Kategori C : Problem Solving


INFO : Lebih lengkapnya dapat dilihat di http://lrptnxi.com/info/


Terimakasih.

MOMENTS IN LIFE

|
There are moments in life when you miss someone
so much that you just want to pick them from
your dreams and hug them for real!
Ada saat-saat dalam hidup
ketika kamu sangat merindukan seseorang
sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi
dan memeluknya dalam alam nyata.

When the door of happiness closes, another opens;
but often times we look so long at the
closed door that we don't see the one
which has been opened for us.
Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup,
pintu yang lain dibukakan.
Tetapi terkadang kita terpaku terlalu lama
pada pintu yang tertutup
sehingga tidak melihat pintu lain
yang dibukakan bagi kita.

Don't go for looks; they can deceive.
Don't go for wealth; even that fades away.
Go for someone who makes you smile,
because it takes only a smile to
make a dark day seem bright.
Find the one that makes your heart smile.
Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya,
sebab keelokan paras dapat menyesatkan.
Jangan pula tertarik kepada kekayaannya
karena kekayaan dapat musnah.
Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum,
karena hanya senyum yang dapat
membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah.
Semoga kamu menemukan orang seperti itu.

Dream what you want to dream;
go where you want to go;
be what you want to be,
because you have only one life
and one chance to do all the things
you want to do.
Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan,
pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi.
Jadilah seperti yang kamu inginkan,
karena kamu hanya memiliki satu kehidupan
dan satu kesempatan
untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.

May you have enough happiness to make you sweet,
enough trials to make you strong,
enough sorrow to keep you human, and
enough hope to make you happy.
Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang
cukup untuk membuatmu baik hati,
cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat,
kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi,
pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia
dan uang yang cukup untuk membeli segala keperluanmu.

The happiest of people don't necessarily
have the best of everything;
they just make the most of
everything that comes along their way.
Orang-orang yang paling berbahagiapun
tidak selalu memiliki hal-hal terbaik,
mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik
dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.

The brightest future will always
be based on a forgotten past;
you can't go forward in life until
you let go of your past failures and heartaches.
Masa depan yang cerah
selalu tergantung pada masa lalu yang dilupakan.
Kamu tidak dapat hidup terus dengan baik
jika kamu tidak melupakan
kegagalan dan sakit hati di masa lalu.

When you were born, you were crying
and everyone around you was smiling.
Live your life so at the end,
you're the one who is smiling and everyone
around you is crying.
Waktu kamu lahir,
kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum.
Jalanilah hidupmu
sehingga pada waktu kamu meninggal,
kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis.

Don't count the years--count the memories...........

Life is not measured by the number of breaths we take,
but by the moments that take our breath away!
sometimes we never understand what God planned for us.
but one thing I believe....is FAITH !!
Faith is to believe what you do not see;
the reward of this faith is to see what you believe...
and after we would give thanks to God, for what God have done in our life

Titian Karir Terpadu ITB (Schlumberger)

|

Dear All,

ITB will held a huge event this month.
Titian Karir Terpadu ITB
16-18 October 2009... Read More
Sabuga, ITB Bandung

Schlumberger takes a part on this event. There will be Internship Info, Company presentation, also Job Recruitment.

Please spread this info to your community.

Regards....

Seorang Pemimpin

|
Seorang pemimpin,
bukanlah orang yang berorientasi pada unjuk gaya-gayaan
bukanlah orang yang hanya omong kosong
bukanlah orang yang punya sejuta pemikiran hebat
bukanlah orang yang mampu dominan di segala perdebatan
bukanlah orang yang mampu selalu menjawab iya
bukanlah orang yang selalu benar dan tepat
bukanlah orang yang selalu dipatuhi
bukanlah orang yang selalu memimpin

Segala yang Kupendam Meledak

|
Yah...benar saya lebih suka memendam segalanya. Apakah itu masalah, kesedihan, problema hidup keseharian atau segala hal yang mencakup kehidupan privacy saya. Saya lebih cenderung ingin menutupi segalanya yang berhubungan dengan kepribadian saya dan kehidupan saya. Saya lebih senang membagi kesenangan, senyum dan berkat serta inspirasi bagi banyak orang. Namun saya hanya saya, saya seringkali berusaha memendam segalanya, namun akhirnya tak mampu memendung semuanya. Saya meledak beberapa hari lalu. Apa yang saya pendam, apakah itu dendam, apakah itu benci, apakah itu bete, apakah itu ketidaksenangan, semua meledak dan lepas begitu saja keluar dari pikiran dan perkataan saya. Saya lelah seringkali. Terlalu banyak hal yang saya pikirkan, terlalu kompleks pikiran saya menjelajahi suatu perkara, terlalu rumit jalan hidup saya, terlalu tinggi target-target hidup saya, terlalu muluk-muluk ketika saya berharap bahagia dengan cara saya sendiri, terlalu jahat ketika saya memendam kejahatan seseorang, terlalu banyak hal yang dipendam di hati ini. Itu semua karena saya takut disakiti ketika saya terbuka dengan seseorang lagi......

Don't Judge The Book By Its Cover

|
Kali ini gw bukan membahas Don't Judge The Book By Its Cover dari sisi fisik atau segala yang terlihat dari mata. Tapi sebuah realita bahwa "Jika Mayoritas Orang Memandang Temannya Berdasar IP". Jujur gw berkata tidak, orang yang IP (GPA) nya tinggi /bagus bukan berarti dia orang hebat. Malahan orang-orang yang sedang-sedang saja mampu sukses berpuluh-puluh kali lipat dibandingkan si IP yang bagus2 ini saat di bangku perkuliahan. Mengapa? kemampuan selain akademiknya banyak. Misal kemampuan seni, musik, olahraga, organisasi, persekutuan, kegiatan sosial dan banyak lagi kegiatan bermanfaat. Salah satunya membaca buku, belajar bahasa, belajar blogging, belajar hal-hal yang tidak dapat diperoleh di bangku perkuliahan saat ini "Ilmu sosial " . Banyak hal yang bisa membuat suatu orang mampu menjadi orang hebat saat terjun di dunia real, bukan dari segi IP saja. Jadi pandangan kebanyaka orang bahwa orang IP bgus pasti hebat belum tentu benar. Yah namanya belajar, belajar itu ga bisa dikur dalam beberapa aspek sajah. Orang belajar dalam banyak hal yang mungkin tidak perlu pembuktian di saat bangku perkuliahan, tapi ia mencari pembelajarn itu supaya saat dia kerja, ia menjadi pekerja unggulan yang mampu bersaing keras di dunia kerja real. Banyak hal yang dapat diolah dalam diri kita melalui keseharian kita, bukan hanya akademik dan masalah perkuliahan. Jadi jangan menjudge orang hanya dari IP sajah.

Satu hal yang pengen gw sharein ke semua orang, bahwa banyak buku self improvement yang gw baca 2 tahun belakangan. Semua buku mayoritas menuju ke satu titik. Yaitu " Ketika kita mau sukses di satu bidang, lakukanlah dengan maksimal" Kalau perlu mati-matian, yaud lakukan itu dan cintai apa yang kita lakukan serta teruslah belajar. Kalau mau jadi pesepakbola internasional. Yah bermimpilah dan terus kejar mimpi itu dengan belajar ampe mati2an, cintai sepakbola, berlatihlah , belajarlah dari banyak pesepakbola terkenal, kejarla impian itu sampai kerja keras kita terkuras semuanya. Jangan setengah2. Kalau mau jadi mahasiswa akademik bagus. Yah belajar, ampe mati2an, belajar bukan dari kampus ajah,tapi belajar dari buku2 lainnya. Inti dari semua kesuksesan adalah Kerja Keras.Seberapa kerja keras kita akan diuji dalam seberapa besar motivasi kita.

Mencari Kebahagiaan

|
Ada suatu cerita inspiratif :

Suatu saat di suatu zaman, terdapat kucing yang hebat dan terkenal. Dia hidup di tengah kesuksesan sang kucing. Namun kucing ini merasa tak bahagia, lalu dia bertanya-tanya ke seluruh penjuru dunia untuk tahu resep/ secret utk meraih kebahagiaannya. Kucing ini ingin mencari tahu dimana letak kebahagiaannya. lalu ada teman kucing tersebut mengatakn bahwa kebahagiaan terbesarnya ada di ekornya, Jika ia mengigit ekornya, maka kebahagiaan terbesarnya akan dia peroleh sepanjang hidupnya. Lalu...
tentu saja kucing tersebut segeralah mencari sejuta cara utk mengigit ekornya yg ad di belakang tubuhnya, Dia berlari-lari sepanjang hari, sepanjang minggu, sepanjang bulan, dst. dia terus mengejar ekornya sndr utk menggapai kebahagiaanya...Namun dia gagal terus sampai dia bertemu kucing tua yg bijak. kucing tua bijak ini hanya mengatakan kepada kucing ini.
" Mengapa kau mengejar kebahagiaanmu yang sudah selalu menemanimu di setiap saat??, dimanapun, kapanpun kebahagiaanmu selalu dekat dengan dirimu, dia menempel dengan dirimu, kebahagiaanmu selalu menyertaimu karena terletak di ekormu kan...."


Manusia seringkali seperti ini termasuk saya. Saya sering mengejar kebahagiaan dengan cara saya sendiri, tanpa sadar apa arti kebahagiaan, tanpa tau bersyukur akan sekitar kita, tanpa tau kebahagiaan saya ada di sekitar saya, dan kadangkala menemani kita terus....Beryukurlah teman. Kebahagiaanmu seringkali di sekitarmu, tak perlu dikejar lagi, hanya perlu kesadaran dan berysukur dengan apa yg ada di sekitar kita.....