Kamis, 28 Agustus 2008

Kumpulan Berita Penutupan IOAA di Indonesia

India Juarai Olimpiade Astronomi di Bandung

Rabu, 27 Agustus 2008 | 20:42 WIB

BANDUNG, RABU - Tim India menjadi yang terbaik dalam Olimpiade Internasional Astronomi dan Astrophysic II (IOAA II) yang berlangsung di Bandung, 19-28 Agustus 2008. Sementara itu, Indonesia A menempati peringkat kedua atau unggul atas Iran yang berada di peringkat ketiga.

India berhasil meraih dua emas, dua perak dan satu perunggu. Indonesia A mendapatkan dua emas, satu perak, satu perunggu, dan satu honorable mention . Sedangkan Iran satu emas, satu perak, dua perunggu, dan satu honorable mention. Juara bertahan Thailand justru terpuruk dengan hanya mendapat satu emas, satu perunggu, dan tiga honorable mention.

Menurut Leader India, Mayank Vahia, Rabu (27/8), kemenangan ini terasa indah dan sangat penting bagi masyarakat India. Setelah persiapan melelahkan, di antaranya tes 50.000 siswa, lima perwakilannya membawa India menjadi yang terbaik. Sebelumnya di IOAA I Thailand, India berhasil meraih dua emas dari dua siswa yang dikirimkannya.

"Akan tetapi, pertemuan berbagi ilmu dengan negara lain tetap yang terpenting. Melalui IOAA, kami bisa saling bertukar pikiran mengenai astronomi dan astrophysic," katanya.

Hal yang sama dikatakan andalan India, Nitin Jain. Ia mengatakan sangat senang dengan hasil ini. Selain dinobatkan sebagai siswa terbaik, yang terpenting India mampu menjadi tim terbaik.

CHE

27 Teleskop Vixen 20 cm Dibagikan ke Pelosok Daerah
/Senin, 25 Agustus 2008 | 20:54 WIB


BANDUNG, SENIN - Internasional Oliympiad Astronomy and Astrophysic (IOAA) berencana membagikan 27 teleskop peneropongan bintang merek Vixen berdiameter 20 centimeter dan panjang fokus 1,6 meter pada 27 daerah di Indonesia. Namun, sebelumnya akan dilakukan survei kelayakan mengenai pemeliharaan alat selanjutnya.

Menurut Sekretaris Jenderal IOAA Chatief Kunjaya, Senin (25/8), hal ini terkait dibutuhkannya alternatif peneropongan bintang di luar Observatorium Bosscha. Polusi udara dan gelombang radio di sekitar observatorium saat ini sudah mengkhawatirkan.

Nantinya Boscha tetap berperan sebagai pusat pengendalian teropong di berbagai daerah. Namun, ia berharap daerah yang mendapatkan teropong memerhatikan perawatannya. "Harga satu teleskop cukup mahal, Rp60 juta-Rp70 juta," katanya.


CHE

" Diambil dari Berita Harian Kompas"

Waktu itu gw dtg di acara penutupan yaitu medal distribution IOAA dan farewell partynya..
Untuk farewell party di Rooftop Sabuga kren juga. Makanannya enak pisan dan acaranya rame dan seru. Penampilan talent show tiap negara unik dr kebudayaan masing2 dan sangat heboh. Acara dr LO negara juga top abiez..seru dan menyenangkan. menghibur kita lah. Makanan enak dan taburan bintang di langit membuat suasana menghibur bgt.....suasana malam yg dingin juga menambah malam keakraban kita dgn 25 negara makin hangat. Foto2 menghiasi acara ini.
India memang unggul di IOAA tapi Indonesia tidak kalah. Indonesia juga akan menjadi juara umu someday... Berjuang Indonesia!!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar