Kamis, 19 Februari 2009

Kegiatan Garbage Fun Day 14 Februari 2009


Kegiatan Garbage Fun Day – tanggal 14 Februari 2009

Banyak pemuda Indonesia masih belum menentukan sikapnya terhadap peran mahasiswa sebagai bagian dari pemuda dalam menanggapi isu-isu lingkungan yang sedang dihadapi saat ini. Berangkat dari pemikiran tersebut, Ganesha Hijau Keluarga Mahasiswa ITB, Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMATEK), Himpunan Mahasiswa SITH (Nymphaea), Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) dan Ugreen ITB saling bekerjasama menyiapkan kegiatan “Garbage Fun Day”, sebuah kegiatan edukasi lingkungan dalam wujud talkshow lingkungan yang berbobot dengan topik yang akan membuka wawasan isu-isu lingkungan saat ini dan bagaimana sikap mahasiswa ITB yang tepat dalam menyikapinya. Tujuan kegiatan “Garbage Fun Day” adalah membuka wawasan lingkungan dan pemikiran mahasiswa ITB terhadap peran strategis mahasiswa Indonesia dalam menyikapi perubahan iklim. Esensi kegiatan edukasi lingkungan “Garbage Fun Day” diharapkan tercapai maksimal dengan konsep menyenangkan, menarik dan santai. Harapan dari kegiatan “Garbage Fun Day” adalah semakin terbentuknya komunitas pemuda/pemudi pecinta lingkungan yang mulai berpikir kritis dalam menyikapi isu-isu lingkungan yang aktual. Dalam kegiatan ini panitiapun akan membagikan souvenir berupa tas dompet yang menunjang slogan “antiplastic bag”.

DESKRIPSI KEGIATAN

Tempat : 9231 Ruang Multimedia GKU Timur, Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat

Waktu : Sabtu, 14 Februari 2009

Peserta : Mahasiswa Institut Teknologi Bandung

Bentuk kegiatan :

1. Talkshow Edukasi Lingkungan

Tema : “Peran Strategis Mahasiswa Indonesia Menyikapi Perubahan Iklim”

Pemateri : M. Bijaksana Rosano “Greeneration Indonesia“ (Duta Lingkungan Indonesia BYEE 2005)

Dr. Retno Gumilang Dewi (Dosen Teknik Kimia ITB)

Kak Anil, Trainer Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi (YPBB)

2. Sosialisasi Rencana Kegiatan Lingkungan dari Ganesha Hijau Keluarga Mahasiswa ITB

3. Diskusi Lingkar Lingkungan

4. Games Edukasi Lingkungan


Acara Garbage Fun Day /GFD dimulai pada pukul 08.25 WIB di ruang Multimedia 9231 GKU Timur ITB, diawali dengan penjelasan mengenai safety ruangan oleh Dr. Sanggono Adisasmito selaku moderator Talkshow, lalu dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Ivan Hadinata Rimbualam selaku Ketua Garbage Fun Day dan sambutan dari Kang Ridho selaku wakil dari Keluarga Mahasiswa ITB. Kegiatan ini memang dibawakan dengan suasana “fun”, santai dan interaktif. Sejak awal MC Talkshow membawakan suatu suasana menyenangkan pada acara ini. Setelah itu, dilaksanakan talk show yang mengundang tiga pembicara, yakni Dr. Retno Gumilang Dewi ( Dosen Teknik Kimia ITB ), Kak Anil ( Aktivis YPBB ), dan M. Bijaksana Junerosano (Aktivis Greeneration Indonesia).

Talk show dimulai dengan penjelasan dari Bu Retno Gumilang Dewi akan pentingnya isu global warming untuk kita perdulikan karena dampaknya besar bagi kelangsungan hidup manusia, seperti kenaikan permukaan air laut yang akan menenggelamkan pulau-pulau kecil. Bu Retno juga mengingatkan pentingnya menghemat penggunaan listrik karena hal itu merupakan bentuk partisipasi dalam upaya pencegahan global warming.Bu Retno secara umum memberikan paparan umum yang luas mengenai isu-isu lingkungan secara global.

Acara talk show dilanjutkan oleh Kak Anil, selaku Trainer/Aktivis dari YPBB (Yayasan Pengembangan Biosains & Bioteknologi ) dengan penjelasannya tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan YPBB selama ini dalam isu mencegah global warming. Kak Anil bercerita bagaimana usaha-usahanya dalam mengenalkan sampah kepada anak-anak sekolah dasar, mengajak masyarakat luas untuk sadar akan pentingnya sumber daya air yang semakin langka, dan mengajak masyarakat dalam berpartisipasi memilah dan mengolah sampah di dalam rumah sendiri dengan metode Takakura, mengadakan sosialisasi zero waste event. Kak Anil juga mengajak mahasiswa (dalam hal ini peserta) untuk turut serta menyebarkan upaya pencegahan global warming, seperti dengan bergabung sebagai volunteer di lembaga-lembaga seperti YPBB.

Kak Sano panggilan akrab dari M. Bijaksana Junerosano sebagai pembicara ketiga dalam talk show ini membagi pengalamannya sebagai pendiri U-Green ITB dan juga Greeneration Indonesia. Ia juga merupakan duta lingkungan Indonesia dalam BYEE 2005 lalu. Ia mengkritik pihak-pihak yang berwajib dalam masalah lingkungan, khususnya sampah, yang hanya mengeluarkan aturan tanpa ada tindakan konkret. Contohnya saja di Bandung. Sebenarnya sudah ada undang-undang yang mengatur tentang denda bagi orang yang membuang sampah sembarangan, tetapi sampai sekarang tidak ada pelaksanaan dari undang-undang tersebut. Selain itu, ia pun meminta mahasiswa untuk sadar lingkungan, khususnya mahasiswa ITB. Selama ini, mahasiswa ITB belum dianggap sadar lingkungan. Hal ini terbukti dari sikap mahasiswa yang tidak memilah sampah antara organik dan anorganik ketika membuang sampah padahal tempatnya sudah tersedia. Selain itu, ia mengungkapkan bahwa menjadi aktivis lingkungan bukan berarti tidak dapat menghasilkan keuntungan. Terbukti dengan kreativitas dan kemauan, ia dapat mengkomersilkan produk unik mendukung antiplastic bag yang bernama “Bagoes” dengan konsep ergonomis sehingga dapat meraup keuntungan. Kak Sano memberikan teladan yang banyak bagi peserta bagaimana peran mahasiswa sebagai pemuda dalam menghadapi isu-isu lingkungan dan memberi semangat kita sebagai pemuda untuk terus maju memperjuangkan lingkungan kita menjadi lebih baik lagi di suatu saat nanti.

Setelah talk show yang melibatkan ketiga pembicara tersebut acara dilanjutkan dengan kuis untuk memancing minat peserta dalam berpendapat dan berpikir kreatif mengenai masalah lingkungan. Acara pun dilanjutkan dengan materi dari Kak Rizal (dari Nymphaea ITB) yang membahas tentang pembuatan pupuk cair serta pereduksian sampah. Ia pun memperlihatkan sebuah konsep taman bermain yang juga berfungsi sebagai tempat pengolahan sampah yang dapat mengatasi masalah sampah di perkotaan, khususnya Bandung.

Memasusuki acara selanjutnya yaitu permainan dan diskusi lingkar lingkungan, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok. Mereka dimobilisasi keluar ruangan dengan tertib. Permainan yang dilakukan berupa memilah-milah sampah berdasarkan produk yang bisa dihasilkan kembali dari sampah itu. Esensinya, peserta mengerti tentang pemilahan sampah dan mengetahui hasil dari daur ulang sampah itu. Tujuan lainnya adalah untuk meningkatkan kesadaran peserta untuk turut mendukung program daur ulang yang ada di lingkungan masing-masing. Setelah permainan selesai, dilaksanakan diskusi. Dalam diskusi, satu kelompok terdiri atas peserta yang berjumlah 8-10 orang dan dua fasilitator. Tema yang dibawakan pada diskusi berupa masalah-masalah lingkungan, baik global maupun lokal. Selain itu, melalui diskusi ini peserta diajak untuk mengambil sikap yang sesuai menghadapi problema lingkungan yang ada. Diskusi masing-masing kelompok berjalan lancar dan antusiasme peserta cukup tinggi.

Setelah permainan dan diskusi, peserta dimobilisasi kembali ke ruang 9231. Kemudian, peserta menikmati makanan kecil serta minuman dari Garuda Food yang dibagikan oleh panitia. Pada akhir acara, tugas kecil dibagikan kepada masing-masing kelompok sebagai sikap peduli akan sampah. Acara pun ditutup pukul 13.00 WIB.


LIHAT JUGA ARTIKEL : Garbage Fun Day, Saatnya Mahasiswa Peduli Lingkungan http://www.itb.ac.id/news/2329.xhtml

BANDUNG, itb.ac.id - Untuk membuka wawasan lingkungan dan pemikiran mahasiswa dalam menyikapi perubahan iklim yang terjadi, sebuah kegiatan edukasi lingkungan, Garbage Fun Day, digelar. Acara terselenggara berkat kerjasama dari Ganesha Hijau Keluarga Mahasiswa ITB, Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMATEK), Himpunan Mahasiswa Biologi (Nymphaea), Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL), dan Ugreen ITB.

Sebagai bagian dari acara, talkshow bertema Peran Strategis Mahasiswa Indonesia Menyikapi Perubahan Iklim diadakan di Ruang Multimedia GKU Timur, ITB pada Sabtu (14/02/09). Talkshow yang dimoderatori oleh Sanggono Adi Sasmito, dosen Teknik Kimia ITB, menghadirkan dosen dan aktivis di bidang lingkungan.

Isu lingkungan yang dibahas dalam acara ini diantaranya bahwa penggunaan listrik berlebihan dapat mempengaruhi pemanasan global, melimpahnya gas metana di udara kota Bandung dan pemanfaatannya untuk pembakaran, serta permasalahan sampah. Seperti diketahui, Bandung belum dapat lepas dari masalah sampah.

Menurut teh Anil, trainer Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi, insenerator bukan solusi tepat dalam penanganan sampah. Beberapa waktu yang lalu, pemerintah kota Bandung bermaksud menggunakan alat tersebut untuk mengatasi sampah, namun ditentang oleh berbagai pihak. Senada dengan Anil, Retno beralasan bahwa perilaku masyarakat tidak sesuai untuk penerapan insenerator. Alat ini membakar sampah yang ada dan memiliki resiko tersebarnya zat beracun jika pembakaran tidak sempurna. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk memilah sendiri sampahnya memungkinkan tercampurnya benda yang menghasilkan zat berbahaya jika terbakar di dalam insenerator. Maka, kunci penanganan sampah yang tepat akhirnya ada pada kesediaan masyarakat untuk memilah sampahnya masing-masing. Prinsip-prinsip penanganan sampah yaitu SIMPAN, PILAH, OLAH dan REDUCE, REUSE, RECYCLE.

Untuk menumbuhkan kesadaran tersebut, diperlukan aturan ketat dari pemerintah. Bijaksana Rosano menegaskan bahwa perlu adanya satgas sampah agar masyarakat lebih aware untuk menaati peraturan. Bijaksana alias Sano adalah salah satu penggagas Greeneration Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang produksi barang-barang ramah lingkungan. Dalam acara ini, Sano yang juga alumni Teknik Lingkungan ITB angkatan 2000, memperkenalkan produk BAGOES: tas multifungsi yang dapat dikemas menjadi kecil dan dibawa kemana saja sesuai namanya (BAG-GOES). Produk ini dapat menggantikan plastik yang mengandung zat berbahaya bagi tanah dan berpotensi menimbulkan tumpukan sampah karena tidak dapat terurai.

Kepada para peserta, diberikan pula tips gaya hidup ramah lingkungan dari Nymphaea yaitu Reduce (pemakaian secukupnya), Recycle (mendaur ulang), Replace (mengganti dengan bahan yang dapat didaur ulang), Refill (mengisi dengan bahan daur ulang), dan Replant (menanam kembali). Reduksi sampah menjadi keharusan karena belum adanya sistem penanganan sampah yang tepat di negara ini. 3 orang peserta pun diminta maju untuk menyampaikan idenya mengenai perbaikan lingkungan di kampus ITB.

Acara ini juga menjadi ajang perekrutan anggota baru Ganesha Hijau. Ganesha Hijau adalah program Kabinet Keluarga Mahasiswa untuk menjadikan ITB kampus berwawasan lingkungan. Hingga saat ini, program yang telah dilakukan antara lain training Zero Waste untuk himpunan dan unit kegiatan mahasiswa, seminar, dan acara Clean Development.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, peserta yang ada dibagi dalam beberapa kelompok dan ditugaskan membuat proyek yang terkait dengan lingkungan.Proyek tersebut akan dipresentasikan pada pertemuan-pertemuan berikutnya.

Senin, 16 Februari 2009

My Personality (Ivan Hadinata 29/01/1990)



Although you may be rather rough in personality, you are also honest and dedicated man.
You believe that putting maximum effort is the meaning of life.
You think extremely high of efforts.
You dislike laziness, and therefore you will not take on cutting corner work.
You think it is a shame to make complaints, and do not like to give up half way.
So when you face a situation where you can not handle, you tend to get very upset.
You can have a good relationship with people you respect.
But you will be hard on those who shows no responsibility, but because you are generally a charming person, people will like you.
You are big brother type, and have very independent mind.
Your success will be up to how you can cooperate with the others.
You tend to dig deep into one topic, and you wish to become a specialist.
People, who lead life in that direction, tend to achieve great results.
You will be good at being a doctor or an engineer.
Nevertheless you ought to be careful not to become too specialized and concentrate too much in just one field.
You should also look at different area as well.

Kamis, 22 Januari 2009

Buat Panitia GFD niee

Buat panitia Garbage Fun Day 2008 (GFD) baik HIMATEK , HMTL , Ganesha Hijau(GH) , Nymphaea maupun Ugreen. Semuanya, ada kabar terbaru nie tentang GFD. GFD sampai saat ini sudah didukung oleh WRMA , Sarpras ITB , FTI, Teknik Kimia ITB, HIMATEK, HMTL , Ganesha Hijau(GH) , Nymphaea, Ugreen, Garuda Food,dan IOM. Sudah banyak pendukung kita dalam mewujudkan lingkungan yg lebih baik lewat GFD , sebuah ajang edukasi workshop lingkungan bagi mahasiswa 2008. Yuk mulai berkomitmen dan aktif lagi bantu2in..Hehehe

Makin banyak org dan pihak yang care loh ke lingkungan, yuk mulai semangat lagi, bantu2 panitia per divisinya. Kerja per divisi dimaksimalin lagi ajah..hehe..semangat teman2 panitia GFD. walau libur2 tetep rapat dan kerja. Semangat

semakin besar kekuatan seseorang...tanggung jawabnya juga semakin besar.....
semua org sudah banyak mendukung GFD , tinggal kita yang mengeksekusinya

mau menyemangati kalian semua panitia , baik HIMATEK , ugreen , Nymphaea, HMTL dan GH walau mungkin interaksi gw dalam merangkul him lain kurang. Mudah2an makin menyatu elemen ini, konsep , impian juga menyatu, jadikan acara ini milik kita bersama dan mimpi kita bersama.
Amin

semangat teman

Selasa, 20 Januari 2009

Bersyukur Kembali , Hidup Ini Sederhana Saja


Setelah 1,5 tahun berkuliah di Teknik Kimia ITB. Gw kembali bersyukur, banyak hal dan pembelajaran yang gw peroleh. Dari orang apatis menjadi orang yang mulai care dengan lingkungan dan organisasi. Mengembangkan akademik di teknik kimia yang punya reputasi baik di mata internasioanal dengan dosen-dosen super pintar. Banyak pengalaman yang gw peroleh walau masih 1,5 tahun di ITB. Pengalaman yang jadi pembelajaran gw di segala aspek, coba dulu ga mungkinlah gw ikut kegiatan lingkungan seperti penanaman pohon, pengolahan sampah organik, daur ulang kertas, dll tapi gw skrg jadi cinta lingkungan, cinta beraktivitas dan cinta kegiatan sosial ke masyarakat seperti pengabdian masyarakat dan bakti sosial. Lalu dulu gw ga suka baca koran, tapi sekarang iyah, informasi yang diperoleh dari baca koran begitu penting bagi diri gw sbg mahasiswa biar tahu informasi perkembangan dunia bukan hanya gosip saja. Gw juga lebih mandiri dan bekerja keras utk mendapatkan sesuatu tidaklah semudah di Jakarta. Itulah pembelajaran terbesar di bandung, hidup sederhana tidak Glamour. Memang hidup gw tidk cocok dengan segala foya2 dan hedon, hidup penuh hura2 dan senang2, hidup gw lebih nyaman dan santai ketika gw sederhana dan mampu menyisihkan uang gw buat kegiatan-kegiatan sosial membantu orang lain walau gw belum begitu kenal dibanding membuang2 uang demi foya2 dan demi keglamouran semata yang sirna dan tidak mendatangkan kebahagiaan bagi gw. Hidup orang memang dimaknai berbeda-beda tiap orang. Gw lebih suka dan cinta sosial karena itu menjadi kebahagiaan sendiri bisa membantu orang lain. Buruknya gw jarang olahraga sekarang, bdan2 jadi sering pegel tapi gw masih bersyukur apa yang gw peroleh sampai saat ini. Saat ini gw lebih banyak baca buku2 self improvement, motivation, psikologi dibandingkan di Jakarta, merasa insiprasi sekarang lebih banyak dan lebih bermakna saat ini, mengembangkan diri ini lebih dalam dan mencari tujuan hidup lebih terarah dan mimpi2 indah di masa depannya nanti. Bisa mengenal dan berinteraksi dengan banyak orang di sini sekarang merupakan kebahagiaan tersendiri mempunyai network yang luas dan mampu melihat kelelbihan begitu banyak orang. Semua itu memang sebuah jalan dari Tuhan. Terimakasih
Thx GOD

Seminar Nasional Lingkungan Hidup by Ganesha Hijau dan Climate Change Center


Halow semuanya. Tadi pagi mulai jam 8 pagi sampai jam 1 siang gw menghadiri Seminar Nasional Lingkungan Hidup “Tema : Tantangan dan Peluang Penerapan Clean Development Mechanism di Jawa Barat” by Ganesha Hijau dan Climate Change Center. Pembicaranya banyak yang terkenal dan seminar ini juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Rektor ITB, perwakilan Chevron dan perwakilan Menteri Lingkungan Hidup. Banyak hal baru yang gw peroleh terutama masalah informasi CDM(Clean Development Mechanism) beserta tantangan dan peluang CDM di Jawa Barat.
Tujuan CDM memang bertujuan agar kerjasama antaranegara maju/industri(Annex1) dengan negara berkembang(Non-Annex 1) dengan prinsip win-win solution, membantu negara maju untuk menurunkan sebagian emisi gas rumah kacanya serta membantu negara berkembang dalam mencapai upaya pembangunan berkelanjutan serta ketersediaan pangan yang cukup.
Jujur acara ini dikemas dalam wujud yang cukup menarik oleh Ganesha Hijau (sebuah lembaga KM ITB) yang concern di masalah lingkungan yang telah d
isupport(didukung) oleh beberapa himpunan di ITB. Himpunan seperti HMTL, Nymphaea, HIMATEK, Ugreen merupakan lembaga-lembaga yang sudah join dengan Ganesha Hijau KM ITB. Pada acara ini selain seminar-seminar lingkungan yang diselenggarakan, juga terdapat peluncuran perdana Ganesha Hijau ditandai dengan pemukulan gong oleh perwakilan Ganesha Hijau beserta HIMATEK, HMTL , Ugreen dn Nymphaea. Bersyukur sekali gw mendapat kesempatan menjadi wakil dari HIMATEK berperan serta dalam memulai sejarah berdirinya Ganesha Hijau KM ITB yang mulai bergerak mulai akhir tahun lalu. Kesempatan yang sangat baik dan berharga bagi gw dilibatkan dalam pelucuran Ganesha Hijau di tengah publik. Paparan acara beserta acara makan-makan berlangsung baik sekali. Publikasi acara ini memang banyak yang kuat sehingga yang datang pun memang dari kalangan yang beragam. Baik S1, S2, S3, dosen , masyarakat umum, guru-guru maupun pihak-pihak media. Satu hal yang disampaikan di seminar tersebut yang saya ingat sampai saat ini betul-betul adalah tiap orang itu penting, makanya budayakanlah 1 orang penting diantara 1000 orang penting. Ketika semua orang di 1000 orang tersebut merasa dia merupakan 1 orang penting diantara 1000 orang maka sekumpulan 1000 orang itu akan merasa dirinya masing-masing penting. Penting utk mulai bergerak, mulai mengubah sikapnya menjadi suatu perubahan yang membawa dunia(our earth) menjadi dunia yang bersih, bebas polusi dan menuju dunia yang indah tanpa kerusakan lingkungan di sana sini, tanpa global warming, tanpa kerusakan alam. Kita perlu gerakan massal yang membuat orang-orang mulai sadar akan pentingnya lingkungan dan alam demi masa depan kita yang indah. Dan satu hal, Indonesia menjadi negara yang belum care penuh akan lingkungan. Buktinya dari CDM yang sedikit serta tingkat polusi di Indonesia yang tergolong tinggi, pengolahan limbah dan sampah di Indonesia yang buruk jadi kadar Indonesia belum hijau. Jadilah negara-negara hijau demi dunia kita di masa depan nanti.
Mulailah gerakan Hijau dimulai dari pribadi masing-masing kita, cintai pergeraka lingkungan dair sekarang dan change the world
Superhero can't change the world, BUT WE CAN ! Let's save our earth from Global Warming

Sabtu, 17 Januari 2009

Proyek Uji Coba Penanaman Padi SRI di Rumah Kompos

BUDIDAYA PADI METODA SRI

SRI ( System of Rice Intensification ) adalah cara budidaya padi yang pada awalnya diteliti dan dikembangkan oleh Fr. Henri de Laulanie pada tahun 1984 di Pulau Madagaskar. dimana kondisi dan keadaannya tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Karena kondisi lahan pertanian yang terus menurun kesuburannya, kelangkaan dan harga pupuk kimia yang terus melambung serta suplai air yang terus berkurang dari waktu ke waktu, maka dikembangkanlah metoda SRI untuk meningkatkan hasil produksi padi petani Madagaskar pada saat itu, dengan hasil yang sangat mengagumkan. Saat ini SRI telah berkembang di banyak negara penghasil beras seperti di Thailand, Philipina, India, China, Kamboja, Laos, Srilanka, Peru, Cuba, Brazil, Vietnam dan banyak negara maju lainnya. Melalui presentasinya Prof. Norman Uphoff dari universitas Cornell, USA, pada tahun 1997 di Bogor, SRI diperkenalkan di Indonesia. Dan sejak tahun 2003 penerapan dilapangan oleh para petani kita di Sukabumi, Garut, Sumedang, Tasikmalaya dan daerah lainnya memberikan lonjakan hasil panen yang luar biasa.

Cara budidaya SRI sebenarnya tidak asing bagi para petani kita, karena sebagian besar prosesnya sudah dipahami dan biasa dilakukan petani. Metoda SRI ini dinamakan bersawah organik dan menghasilkan padi/beras organik karena mulai dari pengolahan lahan, pemupukan hingga penanggulangan serangan hama sama-sekali tidak menggunakan bahan-bahan kimia . Metoda SRI seluruhnya menggunakan bahan organik disekitar kita ( petani ) yang ramah lingkungan, dan bersahabat dengan alam serta mahluk hidup di lingkungan persawahan. Dari hasil penelitian dan percobaan oleh para ahli selama bertahun-tahun di berbagai negara menunjukan bahwa hasil yang diperoleh dengan metoda SRI sangat tinggi jika sepenuhnya tidak memakai bahan-bahan sintetis( kimia/anorganik) baik untuk pupuk maupun untuk pembasmi hama dan penyakit padi.

Prinsip dasar budidaya padi organik SRI terdiri dari beberapa kegiatan kunci dan prosesnya mutlak harus dilakukan agar hasil yang dicapai petani optimal.

1. Proses Pembibitan.

2. Proses Pengolahan Lahan.

3. Proses Penanaman Bibit Padi.

4. Proses Pemeliharaan.

5. Proses Pemupukan.

6. Proses Pengendalian Hama.



Semenjak kira-kira 3 minggu lalu, anak-anak workshop bekerja keras mencampurkan tanah dan kompos dengan sekop melalui hasil keringat sendiri. Lelah-lelah mengaduk tanah dan kompos agar bercampur merata jadi satu. Lalu lelah juga saat memasukkan campuran tanah&kompos tersebut ke dalam polybag satu per satu. Akhirnya 88 polybag sudah terisi tanah beserta kompos penuh. Persiapanpun bres dan siap ditanami padi. Semaian padi dalam besek siap dipindahkan ke dalam 88 polybag karena sudah berumur sekitar 10 hari. Kamipun memindahkan semaian padi ke 88polybag. Dan sudah sekitar 3 kali kami anak-anak workshop melakukan kontrolling terhadap kondisi lingkungan serta kondisi padi SRI yang kita uji coba sebagai sarana utk membantu PM DEWI SRI Ciparay dalam menunjang percobaan dan pembelajaran bagi kami panitia PM Ciparay. Tiap 1 minggu sekali kita ke sana, mengecek beberapa hal seperti jumlah cabangnya, tinggi, kondisi tanah, polybag, menyiraminya dan memberi MOL ke tiap polybag. Agar mempermudah kontrolling kami melabelkan tiap 4 padi menjadi 1 group penilaian. (baik tinggi, jumlah cabang dan kondisi-kondisi lainnya) Uji coba ini akan menguji apakah benar padi dapat tumbuh di media aneh "polybag",(bukan padi yang ditanah lapang yang kebanyakan direndam air) dan mampu tumbuh subur dengan MOL (bukan pupuk kimia) serta mampu menghasilkan hasil yang memuaskan. Doakan proses uji coba kami agar sukses dan menghasilkan analisa serta pembelajaran yang baru.