Minggu, 26 April 2009

Peran Mahasiswa dalam Menangani Sampah di Kampus dan Lingkungan Sekitarnya

BY: Daniel Chris Tannia / Mahasiswa ITB Angkatan 2008 / NIM : 16708329


Sebagai mahasiswa kita memiliki kewajiban untuk bersama-sama menjaga kebersihan kampus kita. Menurut saya langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh kita sebagai mahasiswa adalah dengan memulainya dari diri kita sendiri, kita harus belajar untuk hemat dalam menggunakan sumber daya yang tersedia (seperti kita harus menggunakan listrik dengan seperlunya tanpa memakainya berlebihan, jika hari sudah pagi matikan lampu-lampu, jangan dibiarkan menyala terus). Selain itu kita juga perlu memiliki perhatian terhadap kebersihan lingkungan, karena tanpa kita memiliki kepedulian terhadap lingkungan maka kita sulit untuk menjaga dan memelihara lingkungan.

Selain itu sebagai mahasiswa yang telah dibekali ilmu untuk memelihara dan memperhatikan lingkungan sekitar kita, kita dapat memberikan penyuluhan kepada masyarakat sekitar tentang cara-cara menggulangi sampah yang ramah lingkungan dan dapat menambah nilai guna dari sampah (karena sebenarnya tidak semua sampah telah kehilangan nilai gunanya tapi ada cara-cara agar sampah tersebut dapat memiliki nilai guna yang masih menguntungkan seperti pengomposan sampah yang dapat menyuburkan tanah). Kita juga dapat memberitahu masyarakat tentang teknik-teknik pengomposan dan alat-alat pendukungnya karena sekarang telah terdapat komposter skala rumah tangga. Komposter type ini digunakan dalam penanganan sampah organik yakni material sisa-sisa pemakaian rumah tangga seperti : makanan, kertas, ikan, buah-buahan, sayuran, dll. Katagori sampah organik adalah segala hal yang dihasilkan berasal dari makhluk hidup (tumbuhan, hewan, manusia). Komposter dengan aktivator kompos seperti halnya : organic decomposer, EM, Green Phoskko, dan sejenisnya serta ditambahakan penggembur (bulking agent) akan berkemampuan merubah sampah sisa rumah tangga menjadi kompos hanya dalam 10 hingga 12 hari saja. Kompos akan berguna dalam memelihara kesuburan tanah dan sebagai pasokan nutrisi bagi tanaman anda atau dikomersialkan guna dijual kepada petani, pemilik taman, kalangan hobies tanaman dan bunga. Komposter berfungsi dalam mengalirkan udara (aerasi), memelihara kelembaban dan temperatur sehingga bakteri dan jasad renik bekerja mengurai bahan organik secara optimal. Disamping fungsi tersebut, dengan komposter memungkinkan aliran lindi terpisah dari material padat dan akan menguntungkan bagi pembuatan pupuk cair.

Composer tersebut memiliki cara pengaplikasian yang sederhana dan mudah. Kapasitas suatu komposter Type L pada 0,12 m3 (120 liter) sampah atau setara 30 kg, akan mampu mengolah sampah dari kurang lebih 10 rumah tangga selama 12 hari proses dekomposisi. Bagi rumah tangga Indonesia diketahui, setiap jiwa mengeluarkan sampah sekira 2,6 liter per hari atau 15 liter per keluarga rumah Indonesia dengan 5 jiwa / keluarga. Sehingga sebenarnya teknik pengomposan memiliki keuntungan ganda karena selain memelihara lingkungan juga dapat menghasilkan uang. Karena itu kita sebagai mahasiswa harus mengajak dan memberi penyuluhan kepada masyarakat agar mereka mau menerapkan pengomposan ini paling tidak di rumahnya masung-masing.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar