Jumat, 24 April 2009

Garbage Fun Day II – tanggal 4 April 2009

Notulensi Kegiatan Garbage Fun Day II – tanggal 4 April 2009

Banyak pemuda Indonesia masih belum menentukan sikapnya terhadap peran mahasiswa sebagai bagian dari pemuda dalam menanggapi isu-isu lingkungan yang sedang dihadapi saat ini. Berangkat dari pemikiran tersebut, Ganesha Hijau Keluarga Mahasiswa ITB, Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMATEK), Himpunan Mahasiswa SITH (Nymphaea), Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) dan Ugreen ITB saling bekerjasama menyiapkan kegiatan “Garbage Fun Day II”, kelanjutan dari Garbage Fun Day I, sebuah kegiatan edukasi lingkungan pemberian materi dan praktek langsung mengenai berbagai usaha dalam menjaga lingkungan lokal maupun global. Tujuan kegiatan “Garbage Fun Day II” adalah membuka wawasan lingkungan dan pemikiran mahasiswa ITB terhadap peran strategis mahasiswa Indonesia dalam melestarikan lingkungan disekitarnya. Esensi kegiatan edukasi lingkungan “Garbage Fun Day II” diharapkan tercapai maksimal dengan konsep menyenangkan, menarik dan santai. Harapan dari kegiatan “Garbage Fun Day II” adalah semakin terbentuknya komunitas pemuda/pemudi pecinta lingkungan yang mulai berpikir kritis dalam menyikapi isu-isu lingkungan yang aktual.
DESKRIPSI KEGIATAN
Tempat : Selasar dan Lahan Parkir GKU Timur, Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat
Rumah Kompos ITB, Sabuga ITB
Waktu : Sabtu, 4 April 2009
Peserta : Mahasiswa Institut Teknologi Bandung

Bentuk kegiatan :
1. Materi dan Praktek Pelaksanaan Daur Ulang Kertas Sederhana oleh Unit U-Green dan HIMATEK
2. Materi dan Pengenalan Pembuatan Kompos Sederhana oleh HMTL.
3. Materi dan Pengenalan Metode Vermicomposting oleh Nymphaea.
4. Materi Pendidikan Lingkungan oleh Ganesha Hijau
5. Pengenalan Rumah Kompos ITB di Sabuga ITB.

Acara Garbage Fun Day /GFD dimulai pada pukul 08.40 WIB di selasar GKU Timur ITB, diawali dengan pembukaan singkat oleh Fernando TK-06. Suasana dibangun sedemikian rupa agar terasa santai, menarik, dan gembira. Setelah pembukaan, tim Unit U-Green dipersilakan untuk memulai materi dan demonstrasi singkat mengenai daur ulang kertas.
Materi pertama dari tim U-Green disampaikan ke para peserta. Salah satu penjelasannya ádalah alasan mengapa kertas lebih baik didaur ulang dibandingkan dijadikan bahan pembuatan kompos. Kertas terdegradasi sangat lama sehingga tidak tepat bila dipakai untuk composting. Kemudian, dilakukan demonstrasi singkat proses daur ulang kertas sederhana oleh tim U-Green dengan peralatan yang terlihat sederhana pula. Hanya butuh wadah seperti baskom, bubur kertas, kain, karet, dan penyaring. Demonstrasi berjalan lancar. Estela dijemur, kertas-kertas yang baru baru berhasil dibuat.
Waktu menunjukkan pukul 09.45. Acara dilanjutkan dengan materi dan simulasi kompos karung oleh HMTL. Pada awal materi, para peserta diminta untuk memberikan bayangan sekilas mengenai kompos. Setelah para peserta mengutarakan pendapat-pendapatnya yang berbeda, giliran tim HMTL yang bercerita. Sebagian sampah di Indonesia ádalah sampah rumah tangga. Di Indonesia banyak dilakukan komposting karena suhu dan kelembaban atau iklim di sini sangat mendukung. Kemudian, peserta dibagi menjadi tiga kelompok. Praktek dilaksanakan. Sampah yang digunakan ádalah sampah daun kering dan sampah daun yang tidak ada “tulangnya”. Hal ini dikarenakan apabila terdapat tulang di dalamnya, penguraiannya akan menjadi lebih lama. Sampah daun dipotong-potong terlebih dahulu untuk memperluas permukaan. Daun-daun juga dipotong dari tangkainya. Selanjutnya, dimasukkan ke dalam karung jerami. Suhu dan kondisi divaga. Kelembaban dijaga supaya jangan terlalu kering dan jangan sampai basah. Secara teori dua sampai tiga minggu dibolak-balik agar merata. Mikroba yang digunakan dalam karung akan menghasilkan panas. Karung berjenis jerami ini digunakan agar mudah menjaga kelembabannya. Kalau bisa karung ini diletakkan di bawah pohon. Satu hal lagi yang ditekankan oleh tim materi ádalah kompos berbeda dengan pupuk. Kompos berfungsi untuk memperbaiki unsur hara tanah, sedangkan pupuk sebagai makanan tumbuhan. Dalam sesi ini, antusiasme peserta tinggi. Banyak di antara mereka yang mengajukan pertanyaan pada tim materi.
Pukul 10.45, materi dilanjutkan dari tim Nymphaea. Dimulai dengan yel-yel Nymphaea, tim materi memperkenalkan anggota-anggotanya dan peserta juga demikian. Tim Nymphaea kali ini memberikan materi mengenai vermicomposting. Vermicomposting adalah proses pembuatan kompos dengan menggunakan bantuan cacing tanah. Pada metode kompos sebelumnya digunakan bantuan mikroba, sedangkan pada sesi kali ini digunakan cacing tanah sebagai pengembali unsur hara tanah. Intinya cacing memakan sampah-sampah tumbuhan atau bekas-bekas makanan yang ada dan mengeluarkan kotoran yang bermanfaat bagi pengembalian unsur hara di tanah itu. Untuk perawatannya terutama harus dijaga dari hama-hama dan binatang-binatang lain yang dapat mengganggu kinerja cacing itu sendiri. Ketika dibawakan wadah yang sudah berisi hasil vermicomposting itu, rasa penasaran peserta terjawab. Mereka tanpa rasa geli berani menyentuh cacing-cacing tanah itu dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar metode ini. Sebagai penutup materi ini, tim Nymphaea memberikan sebuah slogan bagus yang berbunyi, ”Think globally, act locally, and see ecologically!” Para peserta diharapkan untuk bertindak lebih bagi lingkungan.
Pukul 11.20, peserta dimobilisasi untuk mencuci tangan mereka setelah sesi vermicomposting. Kemudian, makanan kecil dan minuman dibagikan. Acara dilanjutkan dengan materi oleh tim Ganesha Hijau. Peserta dibagi menjadi lima kelompok. Sesi kali ini ádalah sesi “berbagi”. Masing-masing peserta diharapkan untuk membagikan pengalaman-pengalamannya mengenai kegiatan lingkungan yang pernah mereka lakukan. Peserta dibagikan kertas dan diminta untuk menuliskan atau menggambar iklan yang paling menggambarkan mereka sendiri, tetapi juga berhubungan dengan lingkungan. Setelah itu, peserta diminta untuk menggambarkan lagi aksi kecil yang pernah mereka lakukan, juga mengenai lingkungan. Kemudian, dalam kelompok masing-masing, mereka memperkenalkan diri dengan gambar 1 dan menceritakan aksi mereka dengan gambar yang kedua. Selanjutnya, masing-masing kelompok mengajukan wakilnya untuk memberikan perkenalan yang serupa. Sesi kali ini banyak mengundang tawa karena keunikan ide para peserta dan beberapa gaya penyampaiannya sangat lucu.
Pukul 12.30, para peserta dimobilisasi ke Rumah Kompos ITB yang terletak di SABUGA ITB. Setelah sampai, diawali dengan pengenalan oleh Pak Apep selaku pengurus di Rumah Kompos itu. Kemudian, dijelaskan mengenai apa itu rumah kompos, sistem kerjanya, dan bagaimana proses pembuatan kompos itu sendiri. Selanjutnya, digelar diskusi Pak Apep dengan peserta dengan sesi tanya jawab. Dalam sesi kali ini, para peserta juga melihat langsung bagaimana kompos dibuat. Sebagai penutup, Pak Apep memberikan kesan dan pesan kepada para peserta dan panitia GFD.
Selanjutnya, pukul 13.10, peserta dibagikan kertas kecil untuk memberikan pesan dan kesan mengenai acara GFD 2 ini. Peserta juga foto-foto bersama panitia dan pukul 13.30 acara ditutup secara singkat oleh ketua. Peserta dipersilakan kembali ke rumah masing-masing.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar