Minggu, 23 November 2008

Belajar Mencintai


Mencintai yang tulus dan sejati kalau diibaratkan tanah. Tanah yang bagaimana?
Maka cinta yang sejati adalah tanah yang subur, tanah yang subur ini tinggal menunggu ada terpaan angin kencang yang membawa bibit " bibit cinta" yang jatuh di tanah yang subur tersebut.
Cinta yang sejati tidaklah memaksa , cinta itu tak bisa dipaksakan , tapi cinta itu tumbuh sendirinya bagaikan air yang mengalir tanpa dikira2 kapan datangnya dan dengan siapa jatuh cintanya
Lalu benih itu " benih cinta" yang tak tahu kapan akan jatuh di tanah subur milik seseorang akan tumbuh , keluar tunasnya karena suburnya tanah. Cinta itu akan tumbuh secara alamiah dalam diri manusia. ini adalah hal yang manusiawi. Cinta itu indah dan melekat pada diri tiap org dengan tiba2.
Lalu ketika semakin besar kita perlu menyiram tunas tersebut hingga tumbuh makin besar dan tumbuh segar. Ibaratkan cinta yang disirami tiap hari dengan cinta baru sehingga cinta itu bertumbuh lebih dalam dan dalam lagi antar jiwa yang saling menyayangi.
Cinta itu butuh pembaharuan tiap hari , butuh dipupuk dan disiram bagai pupuk..

Belajarlah mencintai org dengan tulus bukan karena mengharapkan balasan semata.
Mencintai dengan tuLus adalah mencintai bukan karena ingin dicintai..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar