Senin, 23 November 2009

Daur Ulang Kertas


DAUR ULANG KERTAS
Makalah "DAUR ULANG KERTAS"
by Magangers Workshop Himatek 2008

PJ : Hendra dan Tejo TK 2008

Kertas yang telah dipakai dapat didaur ulang sehingga dapat digunakan kembali. Kertas hasil daur ulang ini biasanya digunakan sebagai kertas hias karena teksturnya yang unik. Cara pembuatan kertas daur ulang cukup sederhana. Pertama-tama kertas dihancurkan menjadi bubur kertas atau pulp. Agar kertas lebih mudah hancur, terlebih dahulu harus direndam dalam air minimal semalam dan disobek kecil-kecil. Setelah itu kertas ditambah air dan diblender hingga halus. Bubur kertas yag sudah halus ini diblender lagi dengan air dan sedikit lem kayu. Fungsi lem kayu adalah membuat kertas menjadi lebih kuat dan tidak mudah robek.

Bubur kertas kemudian dimasukkan ke dalam baskom. Pencetakan bubur kertas menjadi kertas menggunakan alat yag disebut screen yaitu kasa yang ditempelkan pada bingkai kayu. Screen dimasukkan ke dalam baskom yang telah diaduk lalu diangkat. Lapisan bubur kertas yang ada pada screen ditutup dengan kain dan papan kayu. Setelah itu screen ditekan dengan semacam karet yang dapat dibuat dari sandal jepit bekas agar air keluar. Terakhir, screen diangkat dan lembaran kain berikut lapisan kertas yang ada diatasnya dijemur sampai kering.

HIMATEK sendiri pernah mengadakan beberapa kegiatan yang berhubungan dengan daur ulang kertas. Pada kegiatan Garbage Fun Day 2 tanggal 4 April 2009, ada demonstrasi mengenai pembuatan kertas daur ulang. Selain itu, dikembangkan juga daur ulang kertas yang berasal dari lapisan kemasan aseptik. Daur ulang ini pernah disosialisasikan ke masyarakat Desa Legok Hiris. Melalui sosialisasi ini, kadiv Workshop HIMATEK meraih prestasi sebagai duta BYEE ke Jerman. Kegiatan lain yang akan segera dilaksanakan adalah penyuluhan daur ulang kertas untuk siswa-siswa SMP.

Daur ulang kertas ini merupakan salah satu proker yang sedang dikembangkan oleh Divisi Workshop Himatek secara intensif. Biasanya, Divisi Workshop Himatek hanya mengenalkan program daur ulang kertas ini kepada kalangan mahasiswa saja. Tetapi, sekarang, Divisi Workshop sedang mencoba melakukan terobosan baru, yaitu mengenalkan program daur ulang kertas ini kepada masyarakat luas, seperti para ibu rumah tangga dan para siswa. Salah satu upaya yang tengah dilakukan untuk merealisasikan hal ini adalah penyuluhan daur ulang kertas bagi siswa SMP yang akan diadakan beberapa waktu lagi.

Program penyuluhan daur ulang kertas untuk siswa SMP ini merupakan salah satu program yang diberikan kepada magangers Workshop 2009. Rencananya, penyuluhan ini akan diberikan kepada siswa-siswa SMP di Bandung. Tujuan dari program ini adalah mengajarkan para siswa ini cara mendaur ulang kertas melalui demonstrasi langsung di sekolah mereka. Diharapkan program ini dapat berjalan secara efektif dan dapat mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu masyarakat menjadi tahu tentang cara mendaur ulang kertas sehingga pada akhirnya mereka dapat mendaur ulang kertas sendiri. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat membantu mengatasi masalah limbah kertas dengan mendaur ulang limbah kertas tersebut menjadi kertas reuse yang bernilai guna.

Apabila program ini berhasil dan mampu memperkenalkan program daur ulang kertas kepada masyarakat luas, mungkin untuk ke depannya program ini akan lebih diintensifkan lagi sehingga dapat menjamah masyarakat yang lebih luas lagi. Program daur ulang kertas ini merupakan salah satu metode yang sangat efektif untuk mengatasi masalah limbah kertas, apalagi jika didukung kontribusi segenap masyarakat. Divisi Workshop sendiri sangat mengharapkan keberhasilan proker ini.

Selain kepada siswa-siswa SMP, divisi Workshop juga mencoba memperkenalkan program daur ulang kertas kepada ibu-ibu rumah tangga yang telah menjadi peserta HUM 3 sebelumnya. Ini merupakan langkah awal. Diharapkan, selanjutnya, daur ulang kertas ini juga dapat diperkenalkan kepada ibu-ibu rumah tangga lainnya.

Sebenarnya, daur ulang kertas ini sangat mudah untuk dilakukan. Hanya saja, ada kendala yang dihadapi, yaitu lembaga-lembaga yang menangani daur ulang kertas ini masih kurang banyak dan sistem yang dipakai masih kurang jelas. Akibatnya, menurut paradigma masyarakat, daur ulang kertas ini cenderung dianggap tidak efisien sehingga masyarakat malas untuk menjadikannya sebagai usaha. Padahal, sebenarnya, jika dikelola dengan serius menggunakan sistem yang terstruktur, daur ulang kertas ini sebenarnya cukup menjanjikan untuk dijadikan usaha berskala mikro yang masih bisa menyerap tenaga kerja dan memberikan keuntungan.

Melalui program penyuluhan ini, Divisi Workshop akan mencoba meluruskan paradigma masyarakat yang salah tersebut. Dengan demikian, diharapkan masyarakat menjadi lebih tertarik dan mau merndaur ulang kertas sehingga masalah limbah kertas teratasi dan masyarakat juga dapat memperoleh keuntungan.

Terimakasih Magangers Workshop 2008
khususnya Hendra dan Tejo TK 2008

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar