Jumat, 30 Mei 2008

HIMATEK FOR CIKAPUNDUNG

Air merupakan unsur utama bagi hidup kita di planet ini. Kita mampu bertahan hidup tanpa makan dalam beberapa minggu, namun tanpa air kita akan mati dalam beberapa hari saja. Dalam bidang kehidupan ekonomi modern kita, air juga merupakan hal utama untuk budidaya pertanian, industri, pembangkit tenaga listrik, dan transportasi. Namun kita dapat melihat daerah-daerah di sekitar Bandung penuh dengan daerah yang langka akan ketersediaan air bersih. Masalah air bersih telah menjadi masalah yang besar di kota-kota besar di Indonesia. Oleh karena itu sudah seharusnya kita mulai mencari alternatif solusi ataupun teknologi yang dapat mengolah air yang kotor menjadi air yang bersih.

Kondisi Sungai Cikapundung, salah satu sungai terbesar dan tersibuk di Jawa Barat, tampak sangat kotor dengan bau yang menusuk hidung. Padahal Sungai Cikapundung adalah salah satu maskot kota Bandung. Kok, bisa sangat kotor dan tercemar? Sanitasi lingkungan yang demikian buruknya, tentu saja selain tidak nyaman sebagai lingkungan tempat tinggal juga potensial untuk mendatangkan berbagai penyakit, seperti diare, demam berdarah, typhus, TBC, dan lain-lain. Terutama pada musim hujan. Warga sudah terbiasa dengan luapan air sungai yang menggenangi rumah mereka setiap musim hujan. Padahal air tersebut sudah tercemar oleh air buangan, kadang-kadang juga membawa sampah. Pada musim kemarau keadaan tidak lebih baik. Karena kecilnya debit air yang mengalir, sampah jadi tertahan di badan sungai, akibatnya banyak nyamuk, lalat, dan tercium bau busuk.

Ketersediaan air bersih di kawasan sekitar sungai Cikapundung dekat Sabuga ITB sekarang sudah terjamin. Ini berkat usaha dari mahasiswa HIMATEK (Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia) ITB dalam melakukan reklamasi air di daerah tersebut. HIMATEK ITB mengusahakan pengadaan membran untuk mendapatkan air bersih dari Sungai Cikapundung. Dengan menggunakan pompa, air dari sungai Cikapundung yang kotor dialirkan ke membran untuk disaring lalu air yang sudah bersih dikumpulkan di bak penampungan. Dari sana masyarakat sekitar dapat menggunakan air bersih hasil pengolahan dengan membran.

Teknologi pengolahan air yang berkembang sangat cepat, telah mengubah paradigma hidup masyarakat di zaman modern. Sekarang terdapat banyak teknologi pengolahan air untuk memperoleh air bersih. Salah satunya dengan teknologi membran yang digunakan oleh mahasiswa HIMATEK ITB. Teknologi membran berdasarkan pada pemisahan zat yang menitikberatkan bukan pada titik didih senyawa, tapi berdasarkan diameter/ukuran dari masing-masing molekul yang dipisahkan. Membrane separation yaitu suatu teknik pemisahan campuran 2 atau lebih komponen tanpa menggunakan panas. Komponen-komponen akan terpisah berdasarkan ukuran dan bentuknya, dengan bantuan tekanan dan selaput semi-permeable.

Kegiatan mahasiswa HIMATEK ITB dalam kegiatan HIMATEK FOR CIKAPUNDUNG meliputi melakukan pengadaan membran beserta pompa, melakukan penyuluhan sampah ke ibu-ibu dan games pendidikan sampah dengan anak-anak di daerah tersebut. Selain itu mahasiswa HIMATEK juga menyediakan bahan-bahan material untuk membuat bak penampungan air bersih dan membantu membuat bak penampungan air bersih serta pemasangan membran dan pompa penyedot air. Mahasiswa HIMATEK berharap kegiatan ini dapat mencakup semua lapisan di daerah ini. Oleh karena itu kegiatan ini melibatkan masyarakat mulai dari para pemuda, bapak-bapak , ibu-ibu serta anak-anak.

Tanggapan atas kegiatan ini oleh masyarakat sekitar sangat baik. Mereka sangat antusias dalam pengadaan teknologi air bersih dengan membran. Ini dikarenakan di daerah tersebut keberadaan air bersih sangatlah sedikit. Oleh teknologi membran masyarakat dapat memperoleh sekitar 1000 liter air bersih setiap jamnya. Diharapkan dengan teknologi ini masyarakat akan dapat memperoleh air bersih dengan mudah sehingga kebersihan dan kesehatan masyarakat akan meningkat.

Kegiatan ini sangatlah bermanfaat bagi masyarakat setempat karena air bersih memang merupakan kebutuhan yang sangat mendasar. Ketersediaan air bersih diharapkan akan meningkatan kesehatan dan kebersihan masyarakat. Keberlangsungan kegiatan untuk mengawasi penggunaan teknologi pengolahan air ini akan terus dikontrol oleh mahasiswa HIMATEK ITB sampai masyarakat menjadi mandiri dalam penggunaan teknologi tersebut. Segenap mahasiswa HIMATEK ITB mengharapkan akan terjadi perubahan yang semakin membaik menjadi kawasan yang semakin bersih. Oleh karena itu marilah kita mulai peduli dengan lingkungan kita dengan menghemat penggunaan air bersih karena masih banyak orang yang kekurangan air bersih.

Oleh Ivan Hadinata Rimbualam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar