Sabtu, 19 Maret 2011

Rangkuman Materi PDTK, Jumat 4 Maret 2011 (MENGHARGAI WAKTU)

MENGHARGAI WAKTU

1. Bacaan Alkitab : PENGKHOTBAH 3:1-11

- Pasal 1 : Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.

- Pasal 11: Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan pada hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dr awal sampai akhir.

2. Menghargai adalah membuat sesuatu berharga/bermanfaat/berguna. Menghargai waktu: membuat waktu berharga/penting karena berkat Tuhan sehingga mengelola dan memanfaatkan waktu semaksimalnya untuk hal-hal yang sesuai dengan rencana Tuhan.

3. Bacaan Alkitab Tambahan:

Mazmur 90:12 Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Jas 4:13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung",

Jas 4:14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.

Joh 9:4 Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.

4. Cerita 3 periode kehidupan Musa di Alkitab yang sesuai dengan firman “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.”

- 40 tahun pertama, Musa hidup dalam masa kekayaan, keberlimpahan, kecukupan di Mesir, tapi di tengah dosa karena bangsa Mesir tidak mengenal Allah.

- 40 tahun kedua, Musa hidup dalam padang gurun, di tengah kekurangan, Musa dipersiapkan Tuhan untuk mempelajari banyak hal di tengah kekurangannya di padang gurun. Musa belajar mengenai berbagai ilmu binatang, bintang, Musa mengembalakan domba dan kambing. Musa dipersiapkan agar siap mengemban tugas hidupnya di periode selanjutnya.

- 40 tahun ketiga: Musa diminta memimpin Bangsa Israel keluar dari Mesir.

5. Kronos dan kairos. Istilah ini muncul di dalam Kisah Para Rasul 1:7. Dalam bahasa Yunaninya, 2 kata ini ditulis sebagai xρόνος (kronos) dan καιρός (kairos). Perbandingan: kronos adalah waktu yang bersifat rutin, tetapi kairos itu tidak rutin. Kairos memiliki suatu nilai pengecualian, suatu exceptional value. Kesempatan yang hanya satu kali seumur hidup. Ingatlah bahwa anugerah yang dibuang, tidak akan pernah kembali lagi. Kairos adalah suatu momen, kesempatan yang harus diambil. Jangan biarkan kairos itu lewat! Apabila itu memang sesuatu yang benar dan berharga, maka ia HARUS diambil. Jangan kita mengerti kairos sekedar sebagai event.

Namun, kita juga jangan menghina kronos. Kronos pun memiliki kekuatannya sendiri. Apakah itu? Kronos adalah penguji kesetiaan yang paling puncak. Istilah setia adalah istilah yang selalu mengandung elemen waktu. Kesetiaan ditunjukkan dalam menghadapi hal yang penting, sulit, dan lama. Waktu yang ada dalam elemen kesetiaan ini adalah waktu kronos. Oleh sebab itu kronos juga sangatlah penting.

Yang perlu diketahui juga adalah kronos sering dibalut oleh penderitaan. Kata “sering” menjadi kunci di sini. Bumbu penderitaan itu menjadi sesuatu yang memaniskan kronos. Tahun-tahun yang sulit ketika dikenang lagi jangan membangkitkan suatu kejengkelan, tetapi jadikan suatu keindahan. Baiklah kita mengerti chronological time sebagai suatu panggung kesetiaan. Dan titik berangkat yang pertama, kita sepatutnya melihat kronos sebagai panggung kesetiaan Tuhan.

Kita seharusnya menyadari bahwa dalam tahun-tahun, hari demi hari dan jam-jam yang lewat, kesetiaan itu bukan sesuatu yang mudah. Oleh karena itu, orang-orang yang berada di dalam kronos kita, haruslah kita hargai.

Contoh dari kronos dan kairos.

Kronos: contohnya ibu kita yang pekerjaan merawat kita adalah banyak yang merupakan suatu repetisi, tetapi cinta kasihnya membuat dia setia. Kita harus menghargai siapapun yang hidup di dalam kronos kita, karena merekalah yang menunjukkan kesetiaan dalam kronos kita. Kesetiaan itu HARUS berada di dalam kronos.

Kairos: Waktu saat kita merasa adanya panggilan iman kita saat kita merasa siap dan dipanggil Tuhan untuk siap dibaptis. Waktu saat kita merasa ada panggilan dari Tuhan saat kita dipanggil untuk melayani di gereja, persekutuan doa, dst...

Hal berikutnya yang harus kita ingat juga adalah bahwa kronos dan kairos, keduanya sama-sama anugerah Tuhan. Kairos yang adalah unexpected opportunities memang lebih mudah dilihat sebagai anugerah. Akan tetapi jangan kita lupa bahwa kronos pun adalah suatu anugerah. Kenyataan bahwa kita bisa hidup sampai hari ini adalah suatu anugerah! Semua yang rutin adalah anugerah, Marilah kita belajar bersyukur atas keseharian kita. Kenyataan bahwa kita seting mengeluh akan rutinitas kita menjadikan terkadang Tuhan mengizinkan kehilangan terjadi supaya kita belajar bersyukur.

6. Bagaimana cara menghargai waktu?

Kita tahu bahwa setiap orang diberi waktu 24 jam dalam 1 hari. Tetapi, umur setiap orang tidak sama, ada orang yang berumur 50 tahun, ada yang 90 tahun. Orang yang rajin melayani dan cinta Tuhan dapat meinggal umur 28, tetapi orang yang hidup sembrono bisa sampai umur 82 belum meninggal. Lalu mengapa Tuhan memberi tiap orang satu hari yang sama tetapi durasi berbeda? Alkitab menjawab perbedaan durasi didasarkan karena ada pimpinan Tuhan yang berbeda. Apabila kita melihat satu contoh, Musa diperintahkan Tuhan untuk tidak memasuki tanah Kanaan, dan ketika sampai di perbatasan, di atas gunung Nebo, Musa dipanggil Tuhan dan meninggal. Hal ini terjadi karena memang Musa diberi tugas memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir menuju tanah Kanaan, maka pada saat itu tugasnya sudah selesai. Sedangkan Yosua bertugas memimpin bangsa Israel untuk masuk dan menduduki tanah perjanjian. Di Yosua 13, Alkitab mencatat bahwa Tuhan sendiri bilang bahwa Yosua sudah lanjut umurnya. Akan tetapi Tuhan tetap melanjutkan perintah karena masih banyak daerah belum direbut. Mengapa seperti ini? Hal ini karena konsep pensiun di dalam Alkitab bukan usia, tetapi tugas. Yang belum selesai tidak boleh berhenti, terus bekerja. Tetapi yang sudah selesai, ia akan berhenti yaitu ketika manusia meninggal. Mengapa Yesus berumur 33 tahun setengah, Musa 120 tahun dan Paulus 60 lebih? Karena Tuhan sudah men-set tugas, pembentukan, spirituality courses bagi Musa sebagai 120 tahun. Tiap orang memiliki tugas dan pembentukan yang berbeda, oleh karena itu usia berbeda-beda. Memang kematian dapat dipicu oleh penyakit, atau eksekusi, akan tetapi bila dilihat dari theological meaning kematian terjadi karena memang waktu hidup telah selesai.

Maka dalam hidup masing-masing orang, tidak ada waktu yang kurang. Umur berapa pun yang ditetapkan Tuhan, pasti cukup untuk melakukan kehendak Allah. Problemnya adalah kita banyak membuang waktu kita dengan sia-sia. Setiap orang kalau menggumulkan kehendak Allah pasti memiliki cukup waktu! Tidak ada istilah orang yang hidupnya kurang atau terlalu panjang. Yang hidupnya panjang berarti pekerjaannya banyak. Tetapi celakalah orang yang hidupnya panjang tetapi bekerjanya sedikit dan kurang melayani. Namun berbahagialah mereka yang hidupnya pendek tetapi giat melayani.

Banyak orang baru menggumulkan pertanyaan mengenai kehendak Tuhan ketika akan meninggal. Yang benar adalah SEKARANG-lah waktunya. Ketika kita masih muda, kita harus cepat bertanya, apa yang Tuhan mau kita kerjakan dalam hidup kita. Jangan kita membuang-buang waktu dan memboroskan hidup. Jangan buang waktumu, atau nanti kita akan menyesal. Jangan sia-siakan kesempatanmu yang banyak ini.

Hendaknya kita sadari bahwa puluhan tahun akan dengan sangat cepat berlalu. Maka Yesus berkata, kita harus mengerjakan pekerjaan Tuhan selama masih siang. (Joh 9:4) Yesus menyatakan perkataan ini ketika masih siang. Sekaranglah saatnya kita harus cepat bergerak. Minta ampun kepada Tuhan untuk waktu-waktu yang sudah kita buang. Dan sekarang cepatlah kita bekerja.

7. Bagaimana cara menghitung hari-hari kita? 4 cara menghitung

- Tambah : tiap hari waktu kita bertambah, karena kita bertambah umur, semakin lama di dunia, tidak bijak pemikiran seperti ini.

- Kurang : tiap hari waktu berkurang, karena kita berkurang umurnya di dunia ini, jadi kita merefleksikan diri apakah tanggung jawab kita sudah dikerjakan maskimal dan sudah menghargai waktu.

- Kali : tiap hari kita berusaha melakukan hal besar, berusaha melakukan berkali-kali lipat menciptakan lebih banyak hal dalam waktu yang sama digunakan orang lain. Orang lain menggunakan 1 jam untuk mendoakan 10 orang, tapi kita menggunakan 1 jam untuk mendoakan 100 orang. 1 jam orang menggunakan untuk menolong 2 orang, kita mencoba menggunakan 1 jam untuk menolong 100 orang.

- Membagi : belajar membagi-bagikan waktu kita kepada orang lain.

8. Konsep mengenai waktu

- Waktu adalah hidup (life)

- Waktu adalah kesempatan (chance)

Orang bodoh selalu membuang kesempatan. Orang biasa menunggu kesempatan, orang bijaksana selalu mencari kesempatan.

- Waktu adalah catatan (history)

Nikmatilah hari-harimu, hitunglah anugerah yang diberikannnya kepadamu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar