Tampilkan postingan dengan label Teknik Kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik Kimia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Februari 2012

Peluang Kerja Fresh Graduate untuk Sarjana Teknik Kimia

Karena topik kesempatan kerja bagi para lulusan Teknik Kimia sedang menjadi trending topik yang lumayan seru dibahas di berbagai media sosial, saya ingin mengulas sedikit kesempatan kerja bagi para lulusan Teknik Kimia, khususnya lulusan ITB yang masih fresh graduate.

Saya mencoba mengambil sampel dari 53 lulusan Teknik Kimia ITB yang paling terbaru (fresh graduate). Diagram dibawah ini mengambarkan profil distribusi pekerjaan para sarjana Teknik Kimia yang masih fresh graduate (baru bekerja kurang dari 1 tahun). Kita dapat melihat disini bahwa ternyata peluang untuk melanjutkan sekolah di jenjang S2 menjadi pilihan terutama bagi para mayoritas lulusan Teknik Kimia. Peluang pekerjaan menjadi konsultan EPC (Engineering, Procurement, Construction) dan Chemical Company masih menjadi pekerjaan terfavorit nomor 1 setelah lulus dari program S1 Teknik Kimia. Saya melihat fenomena ini terjadi karena memang bidang EPC dan Chemical Company sangat erat kaitannya dengan bidang yang ditekuni oleh para mahasiswa Teknik Kimia sehingga memang sangat cocok bagi yang ingin bekerja dengan bidang yang sesuai dengan pendidikannya. Selain itu ilmu dari universitasnya akan sangat tepat guna dan tidak berbeda jauh dengan apa yang dipelajarinya di kampus. Selain itu, bidang kedua yang menjadi favorit lulusan Teknik Kimia adalah bidang Fast Moving Consumer Goods (FMCG). Bidang ini mulai merambah di kalangan sarjana Teknik Kimia karena berbagai hal yang membuat pekerjaan ini menarik dan popular sekarang. Saya selanjutnya akan coba mengulas mengapa fenomena ini terjadi lebih mendalam.



EPC dinilai cukup menarik bagi sarjana Teknik Kimia karena bidang pekerjaan ini sangat erat kaitannya dengan bidang studi sarjana Teknik Kimia yaitu perancangan pabrik kimia, atau chemical plant design. Perusahaan EPC dinilai akan memberikan kesempatan yang besar bagi sarjana Teknik Kimia untuk mengasah ilmu keprofesian Teknik Kimia secara mendalam sehingga ilmu engineeringnya akan semakin menuju expert. Perusahaan favorit pilihan sarjana Teknik Kimia untuk bidang EPC adalah Saipem, Rekayasa Industri, dan Tripatra.

Chemical Industry juga dinilai berhubungan langsung dengan pendidikan sarjana Teknik Kimia. Hal tersebut menjadikan bidang ini juga menjadi favorit. Apalagi berhubungan langsung dengan bidang industri chemical yang menjadi inti dari keprofesian Teknik Kimia. Perusahaan favorit sarjana Teknik Kimia adalah BASF, Nalco, Givaudan, dan Lautan Luas.

FMCG menjadi salah satu pekerjaan favorit sarjana Teknik Kimia, karena dinilai dapat memberikan business sense yang tinggi saat menekuni di beberapa posisi pekerjaan FMCG. Benefit dari segi salary yang relatif tinggi juga menjadi alasan masuk ke FMCG, ditambah dengan career path yang baik pula. Skill baru seperti supply chain management, sales & marketing juga menjadi tantangan tersendiri bagi sarjana Teknik Kimia. Teknologi baru yang ditemukan di production/technical division menjadi tantangan tersendiri lainnya. Perusahaan FMCG yang menjadi favorit sarjana Teknik Kimia adalah Nestle, Danone, Unilever, Kraft, dan L’Oreal.


Ivan Hadinata Rimbualam

Peluang Pekerjaan Lainnya Bagi Sarjana Teknik Kimia di Indonesia

Setelah seorang mahasiswa Teknik Kimia mendapat gelarnya, yaitu S. T, apa sih pekerjaan terfavorit mereka di dunia kerja? Tentunya bagi kalian yang masih mahasiswa Teknik Kimia, kalian akan melakukan rencana jangka panjang akan bekerja dimana, di bidang apa, di perusahaan apa, dan sebagai apa. Bagi kalian yang telah lulus atau baru lulus dari pendidikan Teknik Kimia, kalian juga tentunya pasti lebih memikirkan bidang pekerjaan yang akan kalian tekuni di dunia kerja nanti. Banyak pilihan yang terbuka untuk kita terjuni saat memasuki dunia kerja, namun apa sih yang terfavorit? Apa sih bidang pekerjaan dan perusahaan yang merupakan favorit lulusan Teknik Kimia saat ini? Anda dapat membaca paparkan trend pekerjaan terfavorit sebagai seorang sarjana Teknik Kimia di Indonesia dalam artikel Majari yang lalu, yaitu di: http://majarimagazine.com/2011/06/6-pekerjaan-terfavorit-seorang-sarjana-teknik-kimia/

Kemudian, muncul pertanyaan, jikalau saya tidak memiliki passion bekerja di Oil & Gas, FMCG, EPCC, Petrokimia, Chemical Industry, dan Consultant, lalu bagaimana peluang kerja di tempat lain? Berikut pemaparan dari informasi yang saya ketahui mengenai peluang pekerjaan lainnya bagi sarjana Teknik Kimia di Indonesia untuk memberikan informasi lebih mendetail bagi kesempatan kerja lulusan Teknik Kimia Indonesia.

1. Industri Renewable Energy

Industri renewable energy merupakan industri masa depan menurut saya, karena memiliki segudang potensi untuk menjadi alternatif energi pengganti oil and gas. Kebutuhan energi akan terus berkembang, seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan konsumsi energi di dunia. Oleh karena itu, lahirnya industri ini harus didukung agar dapat mengatasi berbagai krisis energi yang melanda di belahan dunia, salah satunya Indonesia. Industri baru ini perlu didukung oleh segenap generasi muda sebagai pekerja-pekerjanya agar dapat membangun industri renewable energy ini. Industri ini mulai berkembang di Indonesia, misalnya Wilmar dan PT Ganesha Energy 77.

2. Industri Agrobisnis

Industri agrobisnis mempunyai peluang besar di Indonesia karena memang Indonesia memiliki potensi besar dalam dunia bisnis agrobisnis. Perusahaan yang bergerak di bidang ini misalnya adalah Triputra Group dan Wilmar.

3. Staff Ahli Kementerian

Sesuai pengalaman saya, saya sering mendengar beberapa senior saya bekerja menjadi Staff Ahli Kementerian RI, terutama menjadi Staff Ahli Kementerian Lingkungan Hidup dan Staff Ahli Kementrian ESDM. Bagi yang suka bekerja sebagai pegawai pemerintahan, mungkin pekerjaan ini dapat sesuai dengan passion Anda.

4. Industri / Unit Pengolahan Limbah

Industri pengolahan limbah dapat dimasuki oleh lulusan Teknik Kimia Indonesia karena memang lulusan Teknik Kimia punya basic relatif kuat dalam pengolahan limbah (waste treatment). Lulusan Teknik Kimia seringkali dikatakan dapat merebut kesempatan kerja lulusan Teknik Lingkungan. Lulusan Teknik Kimia dapat bekerja di perusahaan PPLI, atau di-support system berbagai perusahaan besar, misalnya di unit pengolahan limbah di Oil and Gas Industry.

5. Banking

Dunia perbankan juga dapat diselami oleh lulusan Teknik Kimia, misalnya bekerja sebagai analis di bank untuk membantu feasibilty study/analysis ketika bank hendak memberikan pinjaman ke suatu badan usaha/organisasi yang hendak meminjam dana. Lulusan Teknik Kimia akan memiliki kelebihan analisis dalam feasibility study untuk proyek pembangunan industri-industri, mulai dari industri kecil sampai industri besar. Hal tersebut karena lulusan Teknik Kimia dibekali dengan pengalaman analisis studi kelayakan perancangan pabrik kimia.

6. Peneliti

Peneliti merupakan salah satu peluang pekerjaan lulusan Teknik Kimia. Bagi yang menyukai bidang penelitian di Laboratorium, kalian dapat bergabung ke lembaga penelitian, misalnya BPPT, LIPI, asisten dosen / proffesor dalam membantu penelitiannya. Bagi kalian yang memiliki passion mengembangkan inovasi ilmu pengetahuan & teknologi dan senang menemukan hal-hal baru, pekerjaan ini sangat sesuai dengan pribadi Anda.

7. Dosen / Professor / Guru Besar Universitas

Tentunya pekerjaan menjadi dosen, proffesor, atau bahkan Guru Besar di berbagai Universitas Teknik Kimia Indonesia menjadi peluang tersendiri bagi Sarjana Teknik Kimia. Namun, memang untuk menjadi dosen, di beberapa universitas besar mengharuskan calon dosen tersebut memiliki pendidikan Teknik Kimia sampai S2 atau bahkan S3. Oleh karena itu, sang Sarjana Teknik Kimia haruslah mengambil studi lanjut ke S2 atau S3 sebelum memutuskan ingin menjadi dosen. Jikalau kalian memiliki passion mengembangkan ilmu pengetahuan & teknologi dan senang mengajar & mendidik calon-calon generasi Indonesia masa mendatang, pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang menarik dan sangat mulia. Indonesia sangat membutuhkan tenaga-tenaga pengajar ahli yang pakar di berbagai bidang Teknik Kimia yang begitu luas demi membangun ekonomi bangsa ini di masa depan. Tentunya pendidikan akan menjadi fondasi yang sangat kuat bagi bangsa ini untuk berkembang dalam iptek-nya.

Demikianlah pembahasan 7 peluang pekerjaan lainnya bagi lulusan Teknik Kimia di Indonesia, untuk melengkapi informasi di artikel Majari sebelumnya (6 Pekerjaan Terfavorit Seorang Sarjana Teknik Kimia di Indonesia).

Semoga pemaparan ini berguna bagi pilihan dunia kerja kalian sebagai sarjana Teknik Kimia di Indonesia. Silahkan berikan saran & kritik bagi pemaparan ini, serta sharingnya dari kalian sang pembaca.

Ivan Hadinata Rimbualam

Sumber Artikel:

http://majarimagazine.com/2011/09/peluang-pekerjaan-lainnya-bagi-sarjana-teknik-kimia-di-indonesia/

Sumber Gambar:

http://lpmp-gorontalo.blogspot.com/2011/07/apa-yang-salah-dengan-pendidikan-tinggi.html

Senin, 23 Januari 2012

6 Pekerjaan Terfavorit Seorang Sarjana Teknik Kimia di Indonesia (2011)

"Berikut saya update tulisan saya pada tahun lalu (2011), yang dahulu saya tulis di Majari Magazine (http://majarimagazine.com/2011/06/6-pekerjaan-terfavorit-seorang-sarjana-teknik-kimia/)." Semoga berguna bagi kalian semuanya :) Salam hangat, Ivan.

Setelah seorang mahasiswa Teknik Kimia mendapat gelarnya, yaitu S. T, apa sih pekerjaan terfavorit mereka di dunia kerja? Tentunya bagi kalian yang masih mahasiswa Teknik Kimia, kalian akan melakukan rencana jangka panjang akan bekerja dimana, di bidang apa, di perusahaan apa, dan sebagai apa. Bagi kalian yang telah lulus atau baru lulus dari pendidikan Teknik Kimia, kalian juga tentunya pasti lebih memikirkan bidang pekerjaan yang akan kalian tekuni di dunia kerja nanti. Banyak pilihan yang terbuka untuk kita terjuni saat memasuki dunia kerja, namun apa sih yang terfavorit? Apa sih bidang pekerjaan dan perusahaan yang merupakan favorit lulusan Teknik Kimia saat ini?

Berikut saya paparkan trend 6 pekerjaan terfavorit sebagai seorang sarjana Teknik Kimia di Indonesia saat ini:

1. Oil & Gas (Owner & Services)

Oil & Gas masih merupakan salah satu pekerjaan terfavorit bagi lulusan Teknik Kimia, walaupun sebenarnya bidang ini merupakan ladang asli lulusan Teknik Perminyakan. Oil & Gas menjadi favorit mayoritas sarjana Teknik Kimia karena dinilai memberikan benefit yang tinggi baik dari segi salary, maupun dari segi training quality. Career development yang cukup baik juga menjadi alasan orang memilih pekerjaan di Oil & Gas. Alasan kekompleksan proses industri dan keunggulan teknologi di Oil & Gas juga menjadi tantangan tersendiri bagi sarjana Teknik Kimia. Perusahaan favorit bagi sarjana Teknik Kimia adalah Exxon Mobil, BP, ConocoPhillips, Total, Chevron, Vico, Shell, Pertamina, Medco, Schlumberger, Halliburton, Baker Hughes, Weatherford, dan masih banyak lagi.

2. FMCG (Fast Moving Consumer Goods)

FMCG menjadi salah satu pekerjaan favorit sarjana Teknik Kimia, karena dinilai dapat memberikan business sense yang tinggi saat menekuni di beberapa posisi pekerjaan FMCG. Benefit dari segi salary yang relatif tinggi juga menjadi alasan masuk ke FMCG, ditambah dengan career path yang baik pula. Skill baru seperti supply chain management, sales & marketing juga menjadi tantangan tersendiri bagi sarjana Teknik Kimia. Teknologi baru yang ditemukan di production/technical division menjadi tantangan tersendiri lainnya. Perusahaan FMCG yang menjadi favorit sarjana Teknik Kimia adalah Nestle, Unilever, P&G, Johnson & Johnson, L’Oreal, KAO dan masih banyak juga perusahaan FMCG lokal lainnya, seperti Sosro, Indofood, Orang Tua (OT), Garuda Food, Nutrifood, dan lain-lain.

3. EPCC (Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning)

EPCC dinilai cukup menarik bagi sarjana Teknik Kimia karena bidang pekerjaan ini sangat erat kaitannya dengan bidang studi sarjana Teknik Kimia yaitu perancangan pabrik kimia, atau chemical plant design. Perusahaan EPCC dinilai akan memberikan kesempatan yang besar bagi sarjana Teknik Kimia untuk mengasah ilmu keprofesian Teknik Kimia secara mendalam sehingga ilmu engineeringnya akan semakin menuju expert. Basic EPCC ada di pendidikan sarjana Teknik Kimia kira-kira hampir 80-90% kurikulum kuliahnya, jadi bidang pendidikan S1 Teknik Kimia memang sangat berhubungan langsung dengan dunia kerja EPCC atau EPC. Di bidang ini, sarjana Teknik Kimia akan diminta mengurusi PFD, P&ID, analisis NME, sizing peralatan proses pabrik, merancang proses kimia, trouble shooting, dan banyak lagi. Perusahaan favorit pilihan sarjana Teknik Kimia untuk bidang EPCC adalah KBR, Saipem, Technip, Rekayasa Industri, IKPT, Tripatra, Pasadena Engineering, dan masih banyak lagi.

4. Petrokimia

Petrokimia dinilai cukup menarik bagi sarjana Teknik Kimia sebab dunia Petrokimia juga dinilai erat kaitannya dengan studi pendidikan kurikulum sarjana Teknik Kimia. Proses di bidang petrokimia banyak melibatkan proses pencampuran, proses pemisahan, dan proses konversi kimia yang erat kaitannya dengan pendidikan sarjana Teknik Kimia. Bidang petrokimia juga dinilai sangat “Teknik Kimia sekali”, karena ilmu Teknik Kimia sangat terpakai di bidang pekerjaan ini, seperti analisis kolom distilasi, analisis reaktor sintesis, analisis kolom absorber, trouble shooting, pengolahan limbah, dan banyak lagi. Bidang industri pupuk urea dan amonia menjadi favorit pertama bagi sarjana Teknik Kimia. Perusahaan favorit tersebut antara lain adalah Pupuk Sriwidjaja, Petrogres, Pupuk Kaltim, dan KPA.

5. Chemical Industry

Chemical Industry juga dinilai berhubungan langsung dengan pendidikan sarjana Teknik Kimia. Hal tersebut menjadikan bidang ini juga menjadi favorit. Apalagi berhubungan langsung dengan bidang chemical. Perusahaan favorit sarjana Teknik Kimia adalah BASF, Nalco, Cognis, Givaudan, Lautan Luas, dan masih banyak lagi.

6. Management Consulting

Management Consulting dinilai dapat mengasah sarjana Teknik Kimia di bidang business sense dan segi management skill. Bidang ini akan sangat mengasah di bidang analytical thinking, outside the box, dan problem solving yang kuat. Gaji yang tinggi juga merupakan benefit yang sangat mendukung pekerjaan ini sehingga cukup diminati. Bidang pekerjaan ini hanya membutuhkan sedikit SDM. Jadi tentunya proses seleksinya juga akan relatif sulit dan peluangnya kecil. Bidang konsultan yang menjadi favorit adalah McKinsey & Company, BCG, Accenture, dan lainnya.

Enam bidang pekerjaan ini masih menjadi top 6 favorite bagi sarjana Teknik Kimia. Ke-favorite-an bidang pekerjaan tertentu bisa muncul dari benefit salary, career development, tantangan pekerjaannya, training system, relationship dengan pendidikan sarjana Teknik Kimia, business development, management development, dan masih banyak lagi tentunya yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Bidang pekerjaan yang masih dapat dijelajahi oleh sarjana Teknik Kimia adalah bidang oleochemical, industri renewable energy (bioetanol, biodiesel, gasifikasi biomassa), industri katalis, agrobisnis, dan berbagai industri speciality chemical , dan masih banyak lagi. Selain itu pekerjaan seperti dosen / pengajar dan peneliti merupakan bidang pekerjaan yang harus dikembangkan lebih besar agar ke depannya ilmu Teknik Kimia terus lestari dan berkembang pesat seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi zaman. Bidang entrepreneur di berbagai bidang usaha juga merupakan bidang yang sedang dijajaki oleh kaum-kaum muda sekarang-sekarang ini.

Oleh: Ivan Hadinata Rimbualam

Sumber : http://majarimagazine.com/2011/06/6-pekerjaan-terfavorit-seorang-sarjana-teknik-kimia/
Sumber Gambar:http://lpmp-gorontalo.blogspot.com/2011/07/apa-yang-salah-dengan-pendidikan-tinggi.html

Senin, 18 Juli 2011

Majari Magazine

Salam kenal,
saya Ivan Hadinata Rimbualam, ingin memperkenalkan:

"Majalah Online, No.1 Portal for Indonesian Chemical Engineering Students, Majari Magazine", Majalah hasil karya Alumni Teknik Kimia ITB semenjak 15 Oktober 2007.

Silahkan membaca-baca jika tertarik membaca karya kami dan memberikan komentar pada artikel-artikel kami di: http://majarimagazine.com/

Semoga dapat berguna bagi perkembangan bangsa Indonesia :)

Selasa, 05 Juli 2011

Underground Coal Gasification (UCG), Teknologi Alternatif Pengolahan Batubara

Underground Coal Gasification (UCG) merupakan teknologi alternatif yang digunakan untuk mengolah batubara sebagai salah satu sumber energi di dunia. UCG memiliki beberapa kelebihan, yaitu berpotensi menjadi teknologi gasifikasi batubara yang lebih bersih.

Saya memaparkan penjelasan umum mengenai teknologi alternatif UCG ini di http://majarimagazine.com/2011/06/underground-coal-gasification-ucg-teknologi-alternatif-pengolahan-batubara/. Semoga artikel yang saya tulis di Majari berguna bagi kalian semuanya.

Terima kasih banyak

Salam,
Ivan

6 Pekerjaan Terfavorit Seorang Sarjana Teknik Kimia di Indonesia

Setelah seorang mahasiswa Teknik Kimia lulus dan mendapat gelarnya, yaitu S. T, apa sih pekerjaan terfavorit mereka di dunia kerja? Saya telah memaparkan trend 6 pekerjaan terfavorit sebagai seorang sarjana Teknik Kimia saat ini di situs majalah online Majari http://majarimagazine.com/2011/06/6-pekerjaan-terfavorit-seorang-sarjana-teknik-kimia/. Semoga berguna dan dapat mencerahkan pemikiran Anda sebagai para lulusan Teknik Kimia Indonesia.



Rabu, 08 Juni 2011

Reaksi Sekunder Pirolisis Batubara

Pirolisis batubara secara umum merupakan dekomposisi termal dari batubara tanpa keberadaan udara atau komponen tambahan lainnya (Speight, 1994). Proses pirolisis umumnya terjadi pada rentang temperatur 300-700 oC (Sasongko, 2011). Pemanasan yang terjadi pada proses pirolisis menghasilkan produk berupa gas, cairan, tar, dan arang (Speight, 1994). Gas yang dihasilkan berupa gas yang mudah terbakar (H2 dan hidrokarbon ringan), gas yang tidak terbakar (CO2 dan air), dan berbagai gas lainnya, yaitu NH3, H2S, dll (Sasongko, 2011). Pirolisis secara sederhana berarti proses peningkatan kualitas bahan bakar dari batubara. Pirolisis batubara merupakan proses pemanasan batubara seperti di dalam oven yang melibatkan dua macam reaksi (Kabe, 2004).

Pirolisis batubara memiliki hal yang menarik dalam hal tingkat perolehan cairan tar yang relatif tinggi. Hal menarik lainnya muncul pada laju pemanasan batubara. Laju pemanasan batubara yang tinggi akan membatasi tingkat berlangsungnya reaksi sekunder pada pirolisis batubara. Transfer massa yang lambat menyebabkan peningkatan lama reaksi sekunder berlangsung. Hal tersebut berakibat pada perolehan gas yang semakin meningkat, perolehan tar yang menurun. (Gavalas, 1982).

Ketika batubara dipanaskan, tar primer diproduksi melalui pirolisis batubara pertama / pirolisis primer. Saat temperatur semakin meningkat, tar primer harus melalui sebuah zona yang bertemperatur tinggi dan proses pirolisis sekunder pada tar terjadi. Pada proses ini, pengembangan metode untuk memperkirakan perolehan produk dan komposisi dari tar diperlukan untuk menentukan perolehan produknya akan lebih digunakan menjadi sumber energi atau bahan kimia (Kabe, 2004).

Reaksi pirolisis merupakan reaksi yang kompleks, secara umum melibatkan proses pemutusan ikatan (bond breaking), penguapan (vaporization), dan kondensasi atau cross-linking, yang mengakibatkan perubahan pada densitas grup alifatik dan aromatik.

Penelitan akan pirolisis batubara yang dilakukan John F. Stubington dan Sumaryono menjelaskan bahwa pada pirolisis batubara terjadi 2 proses, yaitu (Stubington, 1983):
(1) Reaksi kompetitif antara hidrogen dan oksigen pada batubara
(2) Reaksi sekunder pada komponen volatil yang reaktif di dalam partikel batubara

Jianglong Yu memisah pirolisis menjadi 3 bagian, bagian coal / metaplast, pirolisis primer, dan pirolisis sekuder. Pada pirolsis pertama terlihat bahwa terbentuk tar, arang, dan gas primer. Tar dikonversi menjadi jelaga (soot) dan gas sekunder pada pirolisis sekunder. Gas primer ada sebagian menjadi gas sekunder dan jelaga pula, sedangkan arang sebagian menjadi gas sekunder(Yu, 2006).

Pada bagian I, batubara mengalami proses reduksi pada ikatan hidrogen dan cukup untuk memutus ikatan kimia yang lemah. Proses ini terjadi untuk melembutkan bentuk batubara dan membentuk komponen cairan, yang dikenal dengan metaplast. Pada tahap ini, terjadi kompetisi antara pemutusan ikatan dengan penstabilan ikatan. Ikatan yang terstabilkan merupakan pembentukan arang mula-mula. Sejumlah gas ringan terlepas pada tahap 1 ini, yang disebut gas primer. (Smith, 1994).

Pada bagian II, terjadi pemutusan ikatan berlanjut sehingga menambah produk gas ringan dan komponen bermassa molekul rendah dalam tahap metaplast berubah menjadi tar. Komponen yang bermassa molekul tinggi pada metaplast akhirnya membentuk arang dengan reaksi cross linking. Pembentukan gas berhubungan dengan gugus fungsi yang berada pada batubara, sehingga batubara yang memiliki gugus fungsi yang berbeda akan mengalami proses pirolisis yang berbeda pula. Pembentukan tar merupakan kombinasi antara proses depolimerisasi dan vaporization (Smith, 1994).

Pada bagian III, sebagian arang berubah menjadi karbon monoksida dan hidrogen . Sementara tar meneruskan reaksinya membentuk jelaga dan gas sekunder. (Smith, 1994).

Reaksi sekunder pada tar mengakibatkan proses seperti crosslinking dan dekomposisi pada tar. Crosslinking akan menghasilkan arang sekunder, berupa jelaga (soot), sedangkan dekomposisi tar akan menghasilkan gas sekunder.

Menurut penelitian John F. Stubington and Sumaryono Reaksi sekunder akan membuat molekul hidrokarbon yang besar seperti tar mengalami pemecahan menjadi molekul hidrokarbon yang lebih kecil, dan hidrogen terproduksi. Hal ini yang akan membentuk gas sekunder. Reaksi sekunder dikatakan juga membuat sejumlah karbon terbentuk dari komponen volatil yang terdeposit pada dinding pori-pori. Hal ini yang disebut jelaga (Stubington, 1983).

Ukuran partikel batubara memberikan pengaruh pada perolehan total dari volatile matter. Ukuran partikel yang lebih besar akan berpengaruh pada reaksi sekunder dengan meningkatkan perolehan dari gas ringan dan menurunkan perolehan tar (Yu, 2006).

Reaksi sekunder pada gas berlangsung dengan proses reaksi antara arang primer dan gas primer membentuk gas sekunder, dengan reaksi sebagai berikut:

C + CO2 <> 2 CO
C + H2O <> CO + H2
C + 2 H2 <>CH4
2 C + 2 H2 <> C2H4
C + 2 NH3 <> HCN + H2

Kelanjutan dari reaksi sekunder ditentukan oleh temperatur dan waktu tinggal dari komponen volatil dalam pori-pori batubara. Waktu tinggal akan meningkat dengan peningkatan ukuran partikel dan menurun sesuai dengan peningkatan ukuran pori; karena pada pori yang besar transfer massa dari partikel batubara lebih cepat (Stubington, 1983).

Seiring dengan peningkatan temperatur, proses reaksi sekunder akan semakin berlanjut (khususnya reaksi cracking) menyebabkan perolehan maksimum hidrokarbon yang lebih tinggi (seperti tar, propana, propilen) dan perolehan metana serta etilen meningkat pula. Seiring dengan meningkatnya ukuran partikel, waktu tinggal komponen volatil akan meningkat di dalam partikel batubara menyebabkan reaksi sekunder dapat berlangsung semakin lama. Hal ini berdampak pada perolehan arang yang meningkat pesat, dengan mengobarkan perolehan gas dan tar (Stubington, 1983).


Daftar Pustaka
  1. Gavalas, G.R. 1982. Coal Pyrolysis, Coal Science and Technology 4. Elsevier: Amsterdam.
  2. Kabe T., dkk. 2004. Coal and Coal-Related Compounds. Elsevier.
  3. Sasongko, Dwiwahju. 2011. Diktat Kuliah TK5008, Dasar-dasar Pemanfaatan & Pengolahan Batubara Teknik Kimia ITB. Bandung.
  4. Smith, K. Lee, dkk. 1994. The Structure and Reaction Processes of Coal. Plenum Press: New York.
  5. Speight, James G. 1994. The Chemistry and Technology of Coal. Marcel Dekker, Inc.: New York.
  6. Stubington, John F.; Sumaryono. Release of volatiles from large coal particles in a hot fluidized bed. Buttenvorth & Co., 1983.
  7. Yu, Jianglong; Lucas, John A.; Wall, Terry F. Formation of the structure of chars during devolatilization of pulverized coal and its thermoproperties: A review. Elsevier, 2006.
Penulis: Ivan Hadinata Rimbualam (@Ivanhadinata)

Potensi Sumber Daya Batu Bara di Indonesia

Harga minyak bumi dunia yang semakin mahal seiring dengan waktu menyebabkan banyak pihak berusaha mengurangi ketergantungan akan minyak bumi dan beralih ke sumber daya batu bara yang potensinya besar di Indonesia. Diperkirakan batu bara masih mencukupi kehidupan dalam jangka waktu 150 tahun ke depan (Anonim, 2008).

Menurut laporan dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) potensi sumber daya batu bara adalah sekitar 61,27 milyar ton pada tahun 2005. Sedangkan satu tahun kemudian (2006), jumlah cadangan batu bara yang ditemukan adalah sebesar 90,46 milyar ton. Dari jumlah tersebut, sumber daya batu bara terdiri dari sumber daya hipotetik (hyphotetical) yang merupakan hasil survei tinjau sebesar 17,02 milyar ton, sumber daya tereka (inferred) yang merupakan hasil prospeksi sebesar 33,07 milyar ton, sumber daya tertunjuk (indicated) yang merupakan hasil eksplorasi pendahuluan sebanyak 16,72 milyar ton, dan juga sumber daya terukur (measured) yang merupakan hasil eksplorasi terperinci sebesar 23,64 milyar ton. Sumber daya batu bara terdapat paling besar pada pulau Kalimantan dan Sumatera.

Berikut merupakan keterangan lebih lengkap mengenai kelas sumber daya dan cadangan (AMANDEMEN 1 - SNI 13-5014-1998, 1998) :

1. Sumber Daya Batu bara Hipotetik (Hypothetical Coal Resource) merupakan jumlah batu bara yang berada di daerah penyelidikan / bagian dari daerah penyelidikan, yang dihitung berdasarkan data-data yang telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk tahap penyelidikan survei tinjau.
2 Sumber Daya Batu bara Tereka (Inferred Coal Resource) merupakan jumlah batu bara di daerah penyelidikan / bagian dari daerah penyelidikan, yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk tahap penyelidikan prospeksi.
3. Sumber Daya Batu bara Tertunjuk (Indicated Coal Resource) merupakan jumlah batu bara di daerah penyelidikan / bagian dari daerah penyelidikan, yang dihitung berdasarkan
data yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk tahap eksplorasi pendahuluan
4 Sumber Daya Batu bara Terukur (Measured Coal Resoured) merupakan jumlah batu bara di daerah peyelidikan / bagian dari daerah penyelidikan, yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk tahap eksplorasi rinci.

Daftar Pustaka:
1. Anonim. 2008. Indocommercial No. 395 (16 Juli 2008).
2. Anonim. 1998. STANDAR NASIONAL INDONESIA, AMANDEMEN 1 - SNI 13-5014-1998.
3. Anonim. 2003. PT Indonesia Power, UBP. Suralaya.
4. Anonim. 2004. PT Berau Coal.
5. Anonim. 2009. PT Adaro Indonesia.
6. Anonim. 2009. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.
7. Suseno, Triswan. 2010. Industri Pemakai Batu Bara di Provinsi Banten .
8. Anam, Ahsonul. 2008. Dimethyl Ether (DME) dari Batubara sebagai Bahan Bakar Gas Alternatif Selain LPG.

Penulis: Ivan Hadinata Rimbualam (@Ivanhadinata)

Kamis, 02 Juni 2011

Hall of Fame Pemenang LRPTN XII-2011

1. Pemenang Kategori A (Pemanfaatan Sumber Daya Alam Indonesia Sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan Nasional)

Juara I : Kelompok A12
Judul Rancangan Pabrik : Pabrik Tepung Ganyong
Universitas : Universitas Indonesia
Anggota : Cynthia Herdiana, Hariri, Rahma Muthia

Juara II : Kelompok A24
Judul Rancangan Pabrik : Pabrik Antioksidan dan Multivitamin dari Ekstrak
Petai
Universitas : Universitas Katolik Widya Mandala
Anggota : Angela Fiona Patricia S., Yesi, Alfin Kurniawan

Juara III : Kelompok A04
Judul Rancangan Pabrik : Pabrik Isolasi Pektin Berbahan Baku Kulit Durian
Universitas : Universitas Katolik Parahyangan
Anggota : Christine Meliana, Ester Tania S.P., Friska Gloria M.

2. Pemenang Kategori B (Pengembangan Energi Terbarukan Melalui Pemanfaatan Sumber Daya Alam Indonesia Sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Energi Nasional)

Juara I : Kelompok B01
Judul Rancangan Pabrik : Pabrik Biodiesel Tanpa Katalis dari Minyak Biji
Nyamplung
Universitas : Institut Teknologi Bandung
Anggota : Carlos Jonathan, Huibert T., Alvin Gunawan

Juara II : Kelompok B15
Judul Rancangan Pabrik : Pabrik Biobutanol dari Tongkol Jagung dengan
Teknologi Gasifikasi Biomassa
Universitas : Institut Teknologi Bandung
Anggota : Eliza Bratadjaja, Michael Enoh Prasetya, Richard

Juara III : Kelompok B06
Judul Rancangan Pabrik : Pabrik Biodiesel Generasi II dengan Teknologi
Plasma
Universitas : Institut Teknologi Bandung
Anggota : Junior Setiawan, Maria Anindita Nauli, Rian A.

3. Pemenang Kategori C / Problem Solving (“Permasalahan Treatment pada Produksi Biodiesel dari Reaktor Esterifikasi menuju Transesterifikasi, PT Ganesa Energy 77”)

Juara I : Kelompok C10
Judul Solusi Problem Solving : Pembuangan Air Secara Kontinu pada Reaktor
Esterifikasi dengan Molecular Sieve
Universitas : Institut Teknologi Bandung
Anggota : Jhonson Jaya, Hendra

Juara II : Kelompok C13
Judul Solusi Problem Solving : Peningkatan Rasio Molar Metanol
Universitas : Institut Teknologi Bandung
Anggota : Muhamad Miftachudin, Julian Harris

Juara III : Kelompok C16
Judul Solusi Problem Solving : Increasing Reactant Ratio and Caustic Washing
Universitas : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Anggota : Muhammad Rizal, Juanmar Mikael

4. Pemenang Special Award, Kontrak Kerja dengan PT Rekayasa Industri, Carlos Jonathan dari ITB.

Jumat, 20 Mei 2011

Design and Test of An Autothermal U-Type Reverse Flow Reactor


TK-4091 RESEARCH PROJECT 2

Design and Test of An Autothermal U-Type Reverse Flow Reactor

Group B.0910.3.33

Ivan Hadinata Rimbualam (13007028) and Junior Setiawan (13007054)

Advisors:
Dr. Yogi Wibisono Budhi
Dr. Yazid Bindar

ABSTRACT

Methane is one of the greenhouse gases that has the global warming effect of 21 times higher than that of CO2. To reduce the harmness of methane, it is necessary to convert the methane into CO2. Converting methane into CO2 may reduce the global warming effect up to 87%.

The typical emission of methane has a low concentration (0,1–1%-v). Moreover, the methane oxidation only gives the adiabatic temperature rise about 200 – 300oC, which is not enough to activate the catalyst when the temperature of the feed gas is at ambient. Therefore, we should find another way to create an autothermal condition.

The lean methane may be oxidized in a reverse flow reactor (RFR), which may exclude the preheater. In addition, the heat produced from the reaction can be trapped as thermal energy. But on the other side, the conventional RFR can cause the methane slip, which occurs when the fresh feed inside the inert compartment is replenished by the feed gas entering the reactor from opposite direction at every switching time.

The aim of this research is to design a new RFR configuration to prevent the methane slip. In addition, the effect of the feed flow rate and switching time on the methane conversion and temperature profile will be taken into consideration. This research is divided into two stages. The first stage is to design the new RFR configuration and the reactor’s dimension based on the design parameters. The second stage is to operate the new RFR to evaluate its performance and to obtain the optimum operating condition to reach the autothermal condition.

The experiment results show that the temperature profile inside the reactor is affected by heat generated from methane oxidation. Methane in 5%-v concentration and GHSV 12,38 s-1 can extend up to 60 minutes before extinguished. Moreover, higher feed flow rate can minimize the heat loss from the reactor, so that the autothermal condition is improved. When heater is still on, higher switching time will lower the conversion. If the heater is excluded, highest conversion of methane will be achieved when the switching time is 25 minutes.

Keywords: autothermal reaction, dynamic reactor, methane oxidation, switching time


TK-4091 PENELITIAN TEKNOLOGI KIMIA 2


Perancangan dan Uji Coba Sifat Ototermal pada Reverse Flow Reactor Tipe U

Kelompok B.0910.3.33

Ivan Hadinata Rimbualam (13007028) dan Junior Setiawan (13007054)

Pembimbing:
Dr. Yogi Wibisono Budhi
Dr. Yazid Bindar

ABSTRAK

Metana merupakan gas rumah kaca yang memiliki potensi pemanasan global 21 kali lebih tinggi dibandingkan CO2. Untuk mengurangi bahaya tersebut, metana perlu dikonversikan menjadi CO2. Konversi metana menjadi CO2 dapat menurunkan pengaruh pemanasan global sebesar 87%.

Sumber emisi gas metana berasal dari industri batubara, minyak bumi, dan gas alam. Emisi gas metana umumnya memiliki konsentrasi yang rendah (0,1–1%-v CH4). Pada konsentrasi tersebut, oksidasi metana hanya menghasilkan peningkatan temperatur adiabatis sebesar 200 – 300oC. Jika emisi gas metana berada pada temperatur 25oC, temperatur tersebut tidak cukup untuk mengaktivasi katalis yang digunakan, sehingga perlu dicari cara lain agar reaksi oksidasi berlangsung secara ototermal.

Untuk menciptakan keadaan ototermal, oksidasi metana dilangsungkan dalam sebuah reaktor aliran bolak-balik (Reverse Flow Reactor/RFR). Dengan menggunakan RFR, pemanasan awal pada umpan metana tidak diperlukan lagi. Selain itu, panas yang dihasilkan juga dapat digunakan sebagai sumber energi. Akan tetapi, rancangan konvensional RFR dapat menyebabkan terjadinya methane slip, yaitu keluarnya metana yang belum teroksidasi dari dalam reaktor karena pembalikan arah aliran.

Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang konfigurasi baru RFR untuk mencegah terjadinya methane slip. Tujuan khusus adalah untuk menguji coba pengaruh laju alir dan switching time terhadap konsentrasi keluaran metana serta keadaan ototermal yang dicapai. Penelitian ini dilakukan dalam 2 tahap. Tahap pertama adalah perancangan dimensi RFR berdasarkan parameter-parameter perancangan reaktor. Tahap kedua adalah tahap uji coba RFR untuk mendapatkan kondisi operasi optimum untuk mencapai keadaan ototermal.

Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh reaksi terhadap lama pemadaman reaktor. Panas yang dihasilkan reaksi dengan konsentrasi umpan 5%-v dan GSHV 12,38 s-1 mampu memperlama waktu pemadaman reaktor selama 60 menit jika dibandingkan dengan sistem tanpa reaksi. Selain itu, laju alir gas yang semakin besar juga memperkecil efek heat loss sehingga keadaan ototermal makin mudah dicapai. Pada saat heater masih menyala, konversi metana akan berkurang jika switching time diperbesar. Sedangkan setelah heater dimatikan 15 menit, konversi tertinggi dicapai pada switching time 25 menit.

Kata kunci: oksidasi metana, reaksi ototermal, reaktor dinamik, switching time

Rabu, 11 Mei 2011

LRPTN XII-2011 Telah Usai, Sampai Jumpa di LRPTN 2012


LRPTN XII-2011 Telah Usai, Sampai Jumpa di LRPTN 2012

Rangkaian kegiatan Lomba Rancang Pabrik Tingkat Nasional (LRPTN) XII-2011 yang bertemakan “PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM INDONESIA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN DAN ENERGI NASIONAL” akhirnya telah tuntas diselenggarakan semenjak 28 September 2010 hingga 29 April 2011 yang lalu. Berikut kami ingin memaparkan rangkuman flashback rangkaian kompetisi nasional LRPTN XII-2011 selama satu tahun ini.

1. Roadshow LRPTN XII (28 September 2010 – 28 Oktober 2010)

Roadshow LRPTN XII merupakan acara pre-event LRPTN XII yang dilakukan paling awal dengan tujuan memperkenalkan LRPTN, tema dan kategori lomba, beserta sistem pendaftarannya. Roadshow LRPTN XII dilakukan ke 7 kota di Indonesia meliputi Medan (Universitas Sumatera Utara), Surabaya (Universitas Katolik Widya Mandala), Palembang (Univeristas Sriwijaya), Jakarta (Universitas Indonesia), Semarang (Universitas Diponegoro), Yogyakarta (Universitas Gadjah Mada), dan Bandung (Universitas Katolik Parahyangan). Beberapa pihak mengapresiasi atas upaya panitia LRPTN XII karena telah mengusahakan agar Roadshow berlangsung demi tersampainya informasi teknis lomba dan mekanisme pendaftarannya. Sosialisasi teknis lomba dan mekanisme pendaftaran sangat terbantu dengan upaya Roadshow ke 7 kota sehingga jumlah kelompok yang mendaftar LRPTN XII tahun ini hingga mencapai 87 kelompok.

Berikut merupakan jadwal roadshow LRPTN XII ke masing-masing universitas di Indonesia.

1. Universitas Sumatera utara (Medan), pada tanggal 28 September 2010.
2. Universitas Katolik Widya Mandala (Surabaya) pada tanggal 30 September 2010.
3. Universitas Sriwijaya (Palembang) pada tanggal 4 Oktober 2010.
4. Universitas Indonesia (Jakarta) pada tanggal 6 Oktober 2010.
5. Universitas Diponegoro (Semarang) pada tanggal 7 Oktober 2010.
6. Universitas Gajah Mada (Yogyakarta) pada tanggal 11 Oktober 2010.
7. Universitas Katolik Parahyangan (Bandung) pada tanggal 28 Oktober 2010.

Lebih dari 200 peserta dari berbagai universitas hadir langsung dalam rangkaian roadshow yang dilakukan panitia LRPTN XII dari Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMATEK) ITB. Peserta roadshow LRPTN XII bukan saja dari mahasiswa universitas tempat dilakukannya roadshow, tetapi juga mahasiswa universitas sekitar tempat roadshow dilangsungkan, seperti mahasiswa ITENAS dan ITB juga ikut dalam roadshow LRPTN di UNPAR, Bandung.

2. Pelatihan Rancang Pabrik (15 Januari 2011 dan 5 Februari 2011)

Pelatihan Rancang Pabrik merupakan acara pre-event LRPTN XII yang kedua dan diadakan dalam 2 gelombang dengan materi yang sama, dimana gelombang 1 berlangsung pada tanggal 15 Januari 2011 dan gelombang berlangsung pada tanggal 5 Februari 2011, di ruang X-316 Labtek X, kampus ITB. Acara ini diadakan untuk meningkatkan kemampuan para peserta LRPTN XII dalam hal perancangan pabrik, meskipun demikian acara ini juga dibuka untuk umum. Pada acara ini, Ir. Boi Sormin (Senior Process Engineer di PT Rekayasa Industri) diundang sebagai pemberi materi dalam kedua gelombang. Pelatihan Rancang Pabrik merupakan acara pertama kali yang diadakan pada rangkaian acara LRPTN XII.

PT Rekayasa Industri merupakan salah satu EPC company ternama di Indonesia. Pada acara ini, Ir. Boi Sormin (Senior Process Engineer di PT Rekayasa Industri) yang berlaku sebagai pelatih dalam kedua gelombang, juga merupakan salah satu Dewan Juri LRPTN XI 2010 yang lalu. Beliau sudah malang melintang di dunia perancangan pabrik kimia dan mengikuti perkembangan event LRPTN HIMATEK ITB. Acara Pelatihan Rancang Pabrik ini disambut antusias dengan peserta sebanyak lebih dari 140 peserta, yang tersebar dari 10 institusi berbeda di Indonesia.

3. Lomba Esai LRPTN XII (7 Februari 2011 – 6 Maret 2011)

Lomba Essai dibuat untuk mengajak para pelajar dan mahasiswa yang tidak bisa mengikuti LRPTN untuk dapat ikut menyumbangkan pemikiran mereka terhadap upaya peningkatan ketahanan pangan dan energi nasional. Lomba ini mengusung tema “Mengungkap Potensi Sumber Daya dan Inovasi Teknologi untuk Menjawab Tantangan Ketersediaan Energi dan Pangan Nasional”. Lomba essai berlangsung dalam 2 kategori yaitu kategori pelajar dan mahasiswa, serta diikuti 35 peserta dari 2 kategori.

4. Gala Dinner LRPTN XII (25 April 2011)

Gala dinner merupakan acara yang diadakan untuk menyambut para grand finalis, juri, dosen, serta tamu penting di LRPTN XII dan dilangsungkan secara privat di Restoran Maja House, Bandung. Acara ini menyajikan makan malam serta Talkshow yang mengusung tema Relevansi LRPTN terhadap Pembangunan dan Perkembangan Industri indonesia, bersama narasumber Aditya Farhan Arif (Juara LRPTN X, pemenang rekruitmen kerja dari PT Rekayasa Industri) dan Yusuf Hady (Operation Director PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk). Gala Dinner LRPTN XII diikuti oleh sekitar 60 orang.

5. Grand Final LRPTN XII (26 April-28 April 2011)

Grand Final LRPTN XII berlangsung selama 3 hari di Aula Timur ITB dan merupakan main-event dari seluruh rangkaian acara LRPTN XII. Grand final hari pertama (26 April 2011) menyajikan talkshow yang mengsung tema Mewujudkan Kemandirian Pangan Indonesia bersama narasumber Franciscus Welirang (Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk), Adhi S. Lukman (Ketua Umum GAPMMI), dan Prof. Dr. Purwiyatno Hariyadi (Direktur SEAFAST Center IPB) dengan moderator Ridwansyah Yusuf (presiden KM ITB 2009-2010). Pada hari ini juga, penjurian final kategori A berlangsung. Grand Final hari kedua menyajikan keynote speech dari Triharyo Soesilo, (Komisaris PT Pertamina Persero) yang mengusung tema Pentingnya Terobosan Teknologi dan Penguasaan Ilmu Rancangan Pabrik dalam Upaya untuk Memberikan Solusi Pasokan Energi, pada hari ini juga berlangsung penjurian kategori B. Grand final hari ketiga menyajikan keynote speech dari Hilmi Panigoro (Presiden Komisaris PT Medco Energi Internasional, Tbk) yang mengusung tema Current Issues in Renewable Energy Development. Pada hari ini juga berlangsung penjurian kategori C, pengumuman juara LRPTN XII, dan pengumuman pemenang rekrutmen kerja dari PT Rekayasa Industri. Grand Final LRPTN XII ditutup dengan penampilan dari Jubing Kristianto.

Grand Final LRPTN XII yang diadakan 26-28 April 2011 di Aula Timur ITB ini dihadiri sekitar 300 orang dari berbagai kalangan yang terkait dengan tema acara LRPTN XII-2011 ini, baik pihak akademisi (mahasiswa, dosen dan Guru Besar), pihak ITB, pihak industri, perusahaan inkubasi, praktisi energi dan pangan, pihak EPC Company, para speaker dan Dewan Juri LRPTN XII, pengisi stand sponsor, Badan Koordinasi Kemahasiswaan Teknik Kimia se-Indonesia, para finalis LRPTN XII, dan media pers terkait.

6. Field Trip LRPTN XII yang disponsori oleh PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) pada tanggal 29 April 2011

Kunjungan industri ke PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Padalarang, merupakan acara post-event dari seluruh rangkaian LRPTN XII. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan lebih jauh lagi mengenai industri secara nyata kepada para grand finalis LRPTN XII dan diikuti oleh seluruh grand finalis LRPTN XII. Acara ini diikuti oleh sekitar 25 orang, terutama para finalis LRPTN XII. Acara ini disponsori oleh perusahaan PT Pupuk Sriwidjaja (Persero)

Kami, panitia LRPTN XII-2011, juga mengucapkan selamat bagi segenap para pemenang LRPTN XII-2011. Kami benar-benar bangga akan prestasi yang telah teman-teman torehkan dalam rangkaian acara LRPTN XII-2011. Teman-teman akan menjadi bagian sejarah dalam perkembangan LRPTN dan masuk ke dalam Hall of Fame tahun depan. Berikut ini kami paparkan nama-nama pemenang kategori A, B, dan C LRPTN XII – 2011 yang akhirnya terpilih dari 87 kelompok peserta terbaik dari 15 perguruan tinggi di seluruh Indonesia:

1. Pemenang Kategori A (Pemanfaatan Sumber Daya Alam Indonesia Sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan Nasional)

Juara I : Kelompok A12
Judul Rancangan Pabrik : Pabrik Tepung Ganyong
Universitas : Universitas Indonesia
Anggota : Cynthia Herdiana, Hariri, Rahma Muthia

Juara II : Kelompok A24
Judul Rancangan Pabrik : Pabrik Antioksidan dan Multivitamin dari Ekstrak
Petai
Universitas : Universitas Katolik Widya Mandala
Anggota : Angela Fiona Patricia S., Yesi, Alfin Kurniawan

Juara III : Kelompok A04
Judul Rancangan Pabrik : Pabrik Isolasi Pektin Berbahan Baku Kulit Durian
Universitas : Universitas Katolik Parahyangan
Anggota : Christine Meliana, Ester Tania S.P., Friska Gloria M.

2. Pemenang Kategori B (Pengembangan Energi Terbarukan Melalui Pemanfaatan Sumber Daya Alam Indonesia Sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Energi Nasional)

Juara I : Kelompok B01
Judul Rancangan Pabrik : Pabrik Biodiesel Tanpa Katalis dari Minyak Biji
Nyamplung
Universitas : Institut Teknologi Bandung
Anggota : Carlos Jonathan, Huibert T., Alvin Gunawan

Juara II : Kelompok B15
Judul Rancangan Pabrik : Pabrik Biobutanol dari Tongkol Jagung dengan
Teknologi Gasifikasi Biomassa
Universitas : Institut Teknologi Bandung
Anggota : Eliza Bratadjaja, Michael Enoh Prasetya, Richard

Juara III : Kelompok B06
Judul Rancangan Pabrik : Pabrik Biodiesel Generasi II dengan Teknologi
Plasma
Universitas : Institut Teknologi Bandung
Anggota : Junior Setiawan, Maria Anindita Nauli, Rian A.

3. Pemenang Kategori C / Problem Solving (“Permasalahan Treatment pada Produksi Biodiesel dari Reaktor Esterifikasi menuju Transesterifikasi, PT Ganesa Energy 77”)

Juara I : Kelompok C10
Judul Solusi Problem Solving : Pembuangan Air Secara Kontinu pada Reaktor
Esterifikasi dengan Molecular Sieve
Universitas : Institut Teknologi Bandung
Anggota : Jhonson Jaya, Hendra

Juara II : Kelompok C13
Judul Solusi Problem Solving : Peningkatan Rasio Molar Metanol
Universitas : Institut Teknologi Bandung
Anggota : Muhamad Miftachudin, Julian Harris

Juara III : Kelompok C16
Judul Solusi Problem Solving : Increasing Reactant Ratio and Caustic Washing
Universitas : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Anggota : Muhammad Rizal, Juanmar Mikael

Secara umum, penyelenggaraan LRPTN XII-2011 berlangsung dengan sangat baik, diapresiasi sangat positif oleh berbagai pihak, dan dapat mencapai tujuan serta sasaran pelaksanaannya. Panitia Lomba Rancang Pabrik Tingkat Nasional (LRPTN) XII-2011 mengucapkan terima kasih yang sebesar‐besarnya kepada:

1. Program Studi Teknik Kimia ITB, Fakultas Teknologi Industri ITB, dan Institut Teknologi Bandung

2. Seluruh perusahaan‐perusahaan yang telah berpartisipasi sebagai sponsor dalam acara ini
a) PT Pupuk Sriwidjaja (Persero)
b) PT ANTAM (Persero) Tbk
c) PT Lautan Luas Tbk
d) BPMIGAS
e) PT Kaltim Pasifik Amoniak
f) PT Pasadena Engineering Indonesia
g) PT Holcim Indonesia Tbk
h) PT Garudafood Putra Putri Jaya

3. Seluruh media pers yang telah berpartisipasi sebagai media partner dalam acara ini
a. Blitz Megaplex
b. Majalah Energi
c. Harian Republika
d. Bandung Ekspres
e. Radio KLCBS
f. Indonesia Berprestasi
g. Radio Kampus ITB
h. Info Bandung
i. Okezone
j. Majalah Boulevard ITB
k. Radio Prambors, Bandung

4. Para Pembicara / speaker dalam Grand Final LRPTN XII, 26-28 April 2011
5. Para Dewan Juri LRPTN XII
6. Para Dosen Teknik Kimia ITB
7. Mahasiswa Teknik Kimia dan jurusan lainnya dari seluruh Indonesia
8. Para pengisi acara LRPTN XII
9. Media pers yang hadir dalam seluruh rangkaian acara LRPTN XII, terutama pada Grand Final LRPTN XII
10. Pihak‐pihak lain yang telah membantu penyelenggaraan LRPTN XII namun tidak dapat kami sebutkan satu persatu.

untuk seluruh kerjasama yang dilakukan sehingga acara LRPTN XII-2011 dapat terselenggara dengan sangat baik. Panitia LRPTN XII-2011 juga memohon maaf terhadap segala kesalahan atau kekurangan yang tidak dapat kami hindarkan dalam penyelenggaraan acara ini. Semoga acara ini dapat memberi manfaat bagi perkembangan industri nasional dan inspirasi bagi kita semua sebagai generasi muda bangsa Indonesia.


Bandung, Mei 2011
Salam hangat,
Ivan Hadinata Rimbualam
Ketua Panitia LRPTN XII-2011

Penutupan Grand Final LRPTN XII yang Spektakuler, 28 April 2011

Penutupan Grand Final LRPTN XII yang Spektakuler

28 April 2011 di Aula Timur ITB, Bandung

Setelah pembukaan GrandFinalLomba Rancang Pabrik Tingkat Nasional XII (LRPTN) oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia ITB pada hari Selasa, 26 April 2011 lalu, di Aula Timur, ITB, Bandung, dibuka secara simbolis dengan pemukulah gong dan sambutan oleh Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi, Dr. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S.. Rangkaian acara grand final LRPTN berlangsung hingga hari Kamis, 28 April 2011 dengan acara puncak pengumuman pemenang masing-masing finalis dan penampilan dari Jubing Kristianto.

Berbeda dengan hari pertama yang diawali dengan talkshow dari tiga pembicara, yaitu Franciscus Welirang (Direktur PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk), Prof. Dr. Purwiyatno Hariyadi (Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology Center IPB), dan Adhi S. Lukman (Gabungan Antar Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia dengan tema ketahanan pangan, hari kedua LRPTN XII diisi dengan seminar tentang ketahanan energi oleh Ir. Triharyo Soesilo, M.Che. (Komisaris PT Pertamina), sedangkan hari ketiga diisi dengan seminar oleh Hilmi Panigoro (Presiden Komisaris PT Medco Energi Internasional, Tbk) tentang current issues in renewable energy development. Menurut Hilmi Panigoro, pengisi acara yang diundang dalam acara ini merupakan orang-orang profesional dalam bidangnya, lebih lanjut beliau berharap masing-masing finalis juga memiliki kualitas yang tinggi sehingga dapat mengikuti jejak para profesional tsb.

Selama tiga hari acara berlangsung, masing-masing finalis juga menunjukkan kebolehan masing-masing melalui presentasi proposal mereka. Hari pertama diisi dengan presentasi finalis dari kategori rancangan pabrik pangan, hari kedua diisi dengan presentasi finalis dari kategori rancangan pabrik energi, dan hari ketiga diisi dengan presentasi finalis dari kategori problem solving masalah Treatment pada Produksi Biodiesel dari Reaktor Esterifikasi menuju Transesterifikasi dari PT Ganesha Energy 77.

Acara penutupan grand final LRPTN XII ini terkesan sangat spektakuler dengan mengusung penampilan dari Jubing Kristianto yang dihadiri oleh seluruh undangan massa himpunan dari dalam dan luar kampus ITB.

Berikut adalah nama pemenang LRPTN XII yang akhirnya terpilih dari 87 peserta dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia:

  1. Pemenang Kategori A
    1. Juara I :Pabrik Tepung Ganyong dari Universitas Indonesia
    2. Juara II :Pabrik Antioksidan dan Multivitamin dari Ekstrak Petai dari Universitas Widya Mandala
    3. Juara III :Pabrik Isolasi Pektin Berbahan Baku Kulit Durian dari Universitas Parahyangan
  2. Pemenang Kategori B
  1. Juara I :Pabrik Biodiesel Tanpa Katalis dari Minyak Biji Nyamplung dari ITB
  2. Juara II :Pabrik Biobutanol dari Tongkol Jagung dengan Teknologi Gasifikasi Biomassa, ITB
  3. Juara III :Pabrik Biodiesel Generasi II dengan Teknologi Plasma, ITB

3. Pemenang Kategori C

  1. Juara I : Pembuangan Air Secara Kontinu pada Reaktor Esterifikasi dengan Molecular Sievedari ITB
  2. Juara II :Peningkatan Rasio Molar Metanol dari ITB
    1. 3. Juara III :Increasing Reactant Ratio and Caustic Washingdari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Pemenang berhak membawa pulang hadiah total hingga hingga 47 juta rupiah yang dipersembahkan oleh PT Pupuk Sriwidjaja (Persero), PT ANTAM (Persero) Tbk, dan PT Lautan Luas Tbk dan satu ikatan kerja dari PT Rekayasa Industri.

Grand Final LRPTN XII Hari Kedua, 27 April 2011

Grand Final LRPTN XII Hari Kedua, 27 April 2011

Hari kedua Grand Final LRPTN XII dibuka oleh penampilan Keluarga Paduan Angklung ITB dengan memainkan lagu Indonesia Raya dan sambutan dari Ketua Program Studi Teknik Kimia, Dr. IGBN Makertihartha. Rangkaian acara grand final hari kedua ini kemudian dilanjutkan dengan keynote speech dari Ir. Triharyo Soesilo, M.Che, (Komisaris PT Pertamina) tentang ketahanan energi. Moderator acara ini adalah dosen muda dari teknik kimia ITB, Dr. Antonius Indarto yang juga merupakan pemenang LRPTN VI.

Acara inti dari grand final LRPTN ini adalah presentasi finalis dari kategori B yang semuanya berasal dari ITB. Berikut adalah daftar finallis untuk kategori B :

1. Kelompok B01

Judul Rancangan Pabrik : Pabrik Biodiesel Tanpa Katalis dari Minyak Biji Nyamplung

Universitas : Institut Teknologi Bandung

Anggota : Carlos Jonathan, Huibert Tjokrobudiyanto, Alvin Gunawan

2. Kelompok B06

Judul Rancangan Pabrik : Pabrik Biodiesel Generasi II dengan Teknologi Plasma

Universitas : Institut Teknologi Bandung

Anggota : Junior Setiawan, Maria Anindita Nauli, Rian Aditiana

3. Kelompok B15

Judul Rancangan Pabrik : Pabrik Biobutanol dari Tongkol Jagung dengan Teknologi Gasifikasi BIomassa

Universitas : Institut Teknologi Bandung

Anggota : Eliza Bratadjaja, Michael Enoh Prasetya, Richard

Juri untuk kategori B adalah Prof. Heru Setyawan (Guru Besar Teknik Kimia ITS), Dr. Ir. Tjahjono Herawan, Msc. (praktisi pusat penelitian kelapa sawit), Ir. Digna jatiningsih, MT. (process engineer PT Pupuk Kaltim), dan Muhammad Yudi Wahyudi (engineering manager PT Pasadena Engineering Indonesia)

Grand Final LRPTN XII Hari Pertama, 26 April 2011

Grand Final LRPTN XII Hari Pertama, 26 April 2011

Pembukaan GrandFinal LRPTN XII diselenggarakan di Aula Timur, ITB, Bandung pada hari Selasa, 26 April 2011 dibuka dengan penampilan Tari Saman dari Unit Kesenian Aceh ITB serta Tari Remo dari Loedroek ITB. Secara simbolis, Grand Final LRPTN XII dibuka dengan pemukulan gong dan sambutan oleh Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi, Dr. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S. serta sambutan dari Wakil Dekan Fakultas Teknologi Industri Bidang Sumberdaya, Dr. Yazid Bindar. Melalui pembukaan tersebut disampaikan pandangan positif terhadap adanya acara LRPTN ITB yang telah berhasil mencetak bebarapa output teknik kimia yang mampu berkarya untuk Indonesia.

Salah satu acara pada hari pertama penyelenggaraan LRPTN ini adalah talkshow “Mewujudkan Kemandirian Pangan Indonesia” oleh Franciscus Welirang (Direktur PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk), Prof. Dr. Purwiyatno Hariyadi (Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology Center IPB), dan Adhi S. Lukman (Gabungan Antar Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia) dengan moderator Ridwansyah Yusuf (Mantan Presiden Keluarga Mahasiswa ITB). Secara umum, talkshow ini menerangkan potret ketahanan pangan Indonesia serta bagaimana industri pangan harus menyikapinya.

Selanjutnya, finalis dari rancang pabrik kategori pangan, yang berasal dari Universitas Indonesia, Universitas Katolik Widyamandala, dan Universitas Parahyangan, menunjukkan kemampuan terbaiknya melalui presentasi perancangan pabriknya di depan para juri dan penonton. Juri untuk kategori A ini berasal dari akademisi teknik kimia dan kalangan industri bidang pangan sehingga diharapkan dapat menghasilkan output pemenang yang terbaik di bidangnya. Finalis dari Universitas Indonesia menyajikan judul “Pabrik Tepung Ganyong” yang menitikberatkan substitusi tepung gandum dengan tepung ganyong, finalis dari Universitas Parahyangan mengangkat tema “Pabrik Isolasi Pektin dari Kulit Durian”, sedangkan finalis dari Universitas Katolik Widyamandala mempresentasikan “Pabrik Antioksidan dan Multivitamin dari Ekstrak Petai. Pabrik Antioksidan dan Multivitamin dari Ekstrak Petai misalnya, dinilai memiliki ide kreatif yang patut direalisasikan melihat komponen obat yang cukup lengkap dengan harga yang kompetitif oleh beberapa juri.

Rangkaian acara Grand Final LRPTN XII ini masih akan berlangsung di Aula Timur, ITB, Bandung hingga hari Kamis, 28 April 2011 mendatang. Rangkaian acara ini akan dimeriahkan oleh penampilan puncak dari Fruit n’ Salads Band serta Jubing Kristianto dan menghadirkan pembicara-pembicara yang ahli pada bidangnya. Pengumuman pemenang LRPTN XII akan diselenggarakan pada hari terakhir grand Final untuk memperebutkan hadiah total hingga hingga 47 juta rupiah yang dipersembahkan oleh PT Pupuk Sriwidjaja (Persero), PT ANTAM (Persero) Tbk, dan PT Lautan Luas Tbk dan ikatan kerja dari PT Rekayasa Industri.

Berita ini juga dapat dibaca di http://kampus.okezone.com/read/2011/04/26/373/450285/himatek-itb-gelar-final-lomba-rancang-pabrik

Minggu, 03 April 2011

Grand Final Lomba Rancang Pabrik Tingkat Nasional (LRPTN) XII 2011, 26-28 April 2011, Aula Timur ITB

[HIMATEK ITB Proudly Present]
Grand Final Lomba Rancang Pabrik Tingkat Nasional (LRPTN) XII 2011

Selasa-Kamis, 26-28 April 2011
Aula Timur ITB pukul 09.00-17.00

(Pembukaan Grand Final LRPTN XII : Selasa, 26 April 2011 di Aula Timur ITB pukul 08.00)

Tema 2011 : “PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM INDONESIA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN DAN ENERGI NASIONAL”

Acara:

A. Speaker :
1. Franciscus Welirang, Direktur PT. Indofood Sukses Makmur Tbk
2. Prof. Dr. Purwiyatno Haryadi, Direktur Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center IPB
3. Adhi S Lukman, Ketua Umum GAPMMI / Gabungan Antar Pengusaha Makanan & Minuman Indonesia
4. Triharyo Soesilo, Komisaris PT. Pertamina (Persero)
5. Yani Panigoro, Komisaris PT. Medco Energi Internasional, Tbk *

B. Presentasi Peserta Finalis LRPTN XII (Kategori A, B, dan C)

Kategori A: Pemanfaatan Sumber Daya Alam Indonesia Sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan Nasional.

Kategori B: Pengembangan Energi Terbarukan Melalui Pemanfaatan Sumber Daya Alam Indonesia Sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Energi Nasional.

Kategori C: Permasalahan Treatment pada Produksi Biodiesel dari Reaktor Esterifikasi menuju Transesterifikasi, PT Ganesha Energy 77

- Pengumuman Pemenang LRPTN XII Kategori A, B, dan C

- Pengumuman Pemenang Lomba Esai Pelajar & Mahasiswa

C. Perfomance by :

JUBING KRISTIANTO

FRUIT N’ SALADS

LINGKUNG SENI SUNDA ITB *

KELUARGA PADUAN ANGKLUNG ITB

*masih dalam konfirmasi

Contact Us :

Event : Julius ((081808093736), Lomba Esai : Saefuludin (085227771116), Rancang Pabrik : Yohanes (0818437525)

www.lrptn.com , via email : lrptnxii@lrptn.com, via twitter : @lrptnxii, via FB : LRPTN XII

Sabtu, 02 April 2011

Menjelang Grand Final LRPTN XII 2011, 26-28 April 2011

Tidak disangka, rangkaian ajang kompetisi nasional mahasiswa Teknik Kimia terbesar di Indonesia, yaitu Lomba Rancang Pabrik Tingkat Nasional (LRPTN) XII 2011, telah mendekati waktu akan diselenggarakanya Grand Final LRPTN XII 2011 - HIMATEK ITB. Grand Final akan diselenggarakan di Aula Timur ITB, Bandung, pada tanggal 26-28 April 2011 mulai jam 8.00 - 17.00.

Logo LRPTN XII
LRPTN XII 2011, HIMATEK ITB

LRPTN XII 2011 mengusung tema “PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM INDONESIA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN DAN ENERGI NASIONAL”. LRPTN XII diadakan sebagai stepping stone bagi kalangan akademisi dan praktisi Teknik Kimia untuk mencurahkan ide dan pemikiran dalam pengembangan industri kimia yang berbasiskan sumber daya alam Indonesia, u ntuk meningkatkan ketahanan pada sektor pangan dan energi nasional. LRPTN XII diharapkan dapat mencetuskan ide-ide solutif dan inovatif mengenai pemanfaatan sumber daya Indonesia secara optimal tanpa melupakan kearifan lokal sebagai upaya dalam meningkatkan ketahanan pangan dan energi nasional, serta menjadi penggerak bagi perindustrian di Indonesia. Pada akhirnya, LRPTN XII diharapkan dapat menjadi batu pijakan bagi perkembangan industri di Indonesia.

Roadshow ke UGM
Roadshow LRPTN XII ke UGM

Berbagai rangkaian LRPTN XII telah dilalui bersama, dimulai dengan Roadshow LRPTN XII 2011 ke 7 kota besar pada September - Oktober 2011. Roadshow LRPTN XII merupakan acara pre-event LRPTN XII yang dilakukan paling awal dengan tujuan memperkenalkan kompetisi LRPTN (tema dan kategori lomba) beserta sistem pendaftarannya. Panitia LRPTN XII melakukan roadshow LRPTN ke berbagai lokasi universitas ternama di Indonesia, yaitu

  1. Universitas Sumatera utara (Medan), pada tanggal 28 September 2010.
  2. Universitas Katolik Widya Mandala (Surabaya) pada tanggal 30 September 2010.
  3. Universitas Sriwijaya (Palembang) pada tanggal 4 Oktober 2010.
  4. Universitas Indonesia (Jakarta) pada tanggal 6 Oktober 2010.
  5. Universitas Diponegoro (Semarang) pada tanggal 7 Oktober 2010.
  6. Universitas Gajah Mada (Yogyakarta) pada tanggal 11 Oktober 2010.
  7. Universitas Katolik Parahyangan (Bandung) pada tanggal 28 Oktober 2010.

Lebih dari 200 peserta dari berbagai universitas hadir langsung dalam rangkaian roadshow yang dilakukan panitia LRPTN XII dari Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMATEK) ITB. Peserta roadshow LRPTN XII bukan saja dari mahasiswa universitas tempat dilakukannya roadshow, tetapi juga mahasiswa universitas sekitar tempat roadshow dilangsungkan, seperti mahasiswa ITENAS dan ITB juga ikut dalam roadshow LRPTN di UNPAR, Bandung.

PRP
Pelatihan Rancang Pabrik LRPTN XII

Rangkaian LRPTN, yang telah diadakan semenjak 1996 ini, dilanjutkan dengan event besar di bulan Januari dan Februari 2011, yaitu Pelatihan Rancang Pabrik (PRP) oleh Ir. Boi Sormin, Senior Process Engineer PT Rekayasa Industri, salah satu EPC Company ternama di Indonesia. Pelatihan Rancang Pabrik merupakan acara pre-event LRPTN XII yang kedua dan diadakan dalam 2 gelombang dengan materi pelatihan yang sama, dimana gelombang 1 berlangsung pada tanggal 15 Januari 2011 dan gelombang berlangsung pada tanggal 5 Februari 2011. Acara ini diadakan untuk meningkatkan kemampuan para peserta LRPTN XII secara khusus dan juga mahasiswa Teknik Kimia se-Indonesia secara umum dalam hal perancangan pabrik kimia.

Pada acara ini, Ir. Boi Sormin (Senior Process Engineer di PT Rekayasa Industri) diundang sebagai pelatih dalam kedua gelombang. Beliau juga merupakan salah satu Dewan Juri LRPTN XI 2010 yang lalu. Beliau sudah malang melintang di dunia perancangan pabrik kimia dan mengikuti perkembangan event LRPTN HIMATEK ITB. Acara Pelatihan Rancang Pabrik ini disambut antusias dengan peserta sebanyak lebih dari 140 peserta, yang tersebar dari 10 institusi berbeda di Indonesia. Banyak mahasiswa yang ingin menjadi peserta Pelatihan Rancang Pabrik, namun belum mendapatkan kesempatan pada event LRPTN XII karena keterbatasan fasilitas acara training ini.

Pre Event ketiga yang dilakukan oleh rangkaian LRPTN XII adalah Lomba Essai LRPTN XII. Lomba ini bertemakan “Mengungkap Potensi Sumber Daya dan Inovasi Teknologi untuk Menjawab Tantangan Ketersediaan Energi dan Pangan Nasional”. Kompetisi esai ini diikuti oleh lebih dari 30 peserta dari kalangan SMA dan mahasiswa berbagai daerah di Indonesia.

Grand Final LRPTN XII 2011, pada tanggal 26-28 April 2011 di Aula Timur ITB akan menyelenggarakan seminar dan talkshow dari berbagai speaker ternama, seperti: Franciscus Welirang, Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk.,Prof. Dr. Purwiyatno Haryadi, Direktur Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center IPB, Adhi S Lukman (Ketua Umum GAPMMI / Gabungan Antar Pengusaha Makanan & Minuman Indonesia), Triharyo Soesilo, Komisaris PT. Pertamina (Persero), dan Yani Panigoro, Komisaris PT. Medco Energi Internasional, Tbk. * (* : masih dalam konfirmasi). Grand Final LRPTN XII juga akan dihadiri oleh 10 Dewan Juri LRPTN dari ketiga kategori. Dewan Juri LRPTN berasal dari pihak akademisi, pihak praktisi (peneliti/pihak industri), perusahaan EPC, dan pengusaha. Selain itu Grand Final LRPTN XII akan dimeriahkan oleh beberapa performer, dua diantaranya adalah Jubing Kristianto dan Fruit n' Salads, serta banyak lagi. Grand Final LRPTN XII juga akan dimeriahkan oleh berbagai stand perusahaan-perusahaan ternama di Indonesia.

Pada Grand Final LRPTN, masing-masing hari akan ditampilkan Presentasi para Finalis peserta kompetisi LRPTN, kategori A, B, dan C. Mereka, 9 finalis terbaik LRPTN XII, akan mempresentasi karya perancangan pabriknya di depan Dewan Juri LRPTN dan publik umum. Publik yang akan mendengar akan hadir dari berbagai pihak akademisi, praktisi (peneliti / pihak industri), investor, mahasiswa mahasiswa universitas sekitar Bandung dan supporter universitas Finalis, dan juga siswa siswi SMA sekitar Bandung. Proses seleksi finalis LRPTN berlangsung sangat ketat. Seleksi awal dilakukan oleh masing-masing universitas. Universitas yang ikut dalam ajang kompetisi ini adalah Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Universitas Sriwijaya (UNSRI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Nasional (ITENAS), Insitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Universitas Trunojoyo, Politeknik Pos Indonesia, Universitas Surabaya (UBAYA), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA), UPN Veteran Jogjakarta,dan Universitas Katolik Widya Mandala.

Masing-masing universitas di sepanjang Indonesia, sebanyak 15 universitas, melakukan seleksi ketat untuk mengirimkan dutanya/wakilnya untuk maju menjadi peserta kompetisi LRPTNX II 2011. Sebanyak 86 kelompok terbaik pilihan wakil dari 15 universitas ikut dalam tahap awal ajang kompetisi LRPTN XII yang berisikan 3 kategori lomba, yaitu:

  1. Kategori A: Pemanfaatan Sumber Daya Alam Indonesia Sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan Nasional
  2. Kategori B: Pengembangan Energi Terbarukan Melalui Pemanfaatan Sumber Daya Alam Indonesia Sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Energi Nasional
  3. Kategori C: Problem Solving “Permasalahan Treatment pada Produksi Biodiesel dari Reaktor Esterifikasi menuju Transesterifikasi, PT Ganesha Energy 77”

Sebanyak 86 kelompok peserta LRPTN XII 2011 bersaing dalam seleksi berkas/dokumen berupa draft laporan masing-masing kategori pada 31 Januari 2011. Hanya sekitar 50 kelompok terbaik yang lolos seleksi berkas draft laporan tersebut dan masuk ke Babak Semifinal. Sekitar 50 kelompok terbaik masih melakukan seleksi selanjutnya dengan mengirimkan berkas akhir proposal laporan perancangan pabrik kimia (kategori A dan B) dan laporan penyelesaian kategori C pada tanggal 13 Maret 2011. Nanti Dewan Juri akan memeriksa sekitar 50 berkas dokumen para semifinalis dan sekitar 2 minggu sebelum penyelenggaraan Grand Final LRPTN XII 2011, para finalis LRPTN XII akan diumumkan melalui berbagai media. Hanya 9 Finalis LRPTN yang akan diundang untuk presentasi di ITB di depan para Dewan Juri dan juga beberapa investor.

Sebelum melakukan presentasi pada tanggal 26-28 April 2011 di depan Dewan Juri, para finalis LRPTN XII akan diundang mengikuti jamuan Gala Dinner pada tanggal 25 April 2011 di Bandung. Nantinya Finalis LRPTN selain mempresentasikan karya perancangan pabrik dan penyelesaian problem solvingnya juga akan mendapat kesempatan untuk field trip gratis ke PT Indofood Sukses Makmur Tbk. pada hari Jumat, 29 April 2011, sebagai Post Event LRPTN XII. Penyelenggaraan LRPTN diharapkan dapat menjadi suatu wadah berkarya bagi mahasiswa se-Indonesia dalam lingkup keilmuan Teknik Kimia. Selain itu, LRPTN ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan industri nasional.

Poster Majalah Energi